MEDC gagal mendongkrak IHSG

February 27th, 2009 | husni | berita

Pada perdagangan saham Jumat (27/2) IHSG turun 4,845 poin (0,38%) menjadi 1.285,476. Indeks LQ-45 turun 1,415 poin (0,57%) menjadi 249,008 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,788 poin (0,37%) menjadi 214,121
IHSG pada awal perdagangan dibuka turun tipis 0,08% di level 1.289 dan terus merosot hingga sesi siang berada di level 1.288. Aksi jual yang dilakukan investor menekan indeks saham sehingga berakhir di level 1.285.

Pelemahan IHSG terjadi menyusul bursa regional yang berakhir mixed, merespon anjloknya bursa Wall Street semalam. Terbatasnya pergerakan indeks saham disebabkan situasi pasar yang belum jelas dan minimnya sentimen di pasar.

Investor biasanya juga tidak mau ambil posisi pada perdagangan di akhir pekan,” kata Budi Ruseno, analis dari Bhakti Securities. Menurutnya, investor cenderung melakukan aksi wait and see mencermati data inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pekan depan. Tingkat inflasi ini akan berdampak pada kebijakan BI tentang suku bunga acuannya.

Sementara itu dalam perdagangan hari ini, saham PT Medco Energi Internasional (MEDC) ditutup melejit Rp 410 (24,85%) ke level Rp 2.060. MEDC menjadi emiten paling aktif dengan mencatat volume transaksi 69 juta lembar saham, senilai Rp 129 miliar dengan frekuensi 4.646 kali.

Hal ini dipicu kabar bahwa China National Petroleum Corp akan membeli Verenex senilai US$ 443 juta. Verenex adalah perusahaan patungan antara Medco dan Verenex Energy Inc di ladang Libya 47.

Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah infrastruktur yang merosot 1,32% ke level 453.23, dipicu aksi profit taking investor, setelah sempat menguat pada perdagangan dua hari sebelumnya.

Pelemahan kedua terbesar berasal dari sektor perbankan yang anjlok 1,04% menjadi 145.95, dipimpin jatuhnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkait kekhawatiran akan tingginya kredit macet (NPL) perseroan.

Sementara itu, upaya saham sektor komoditas tambang untuk menopang bursa tidak berhasil, meskipun secara sektoral berhasil bertengger di level positif dengan naik 1,57% ke level 963.89. Penguatan sektor ini didukung harga minyak mentah yang tadi pagi sempat melonjak hingga ke US$ 45 per barel akibat anjloknya cadangan gasoline AS.

Pergerakan saham yang terbatas terlihat dari banyaknya saham yang tidak berubah. Sebanyak 44 saham menguat, 56 melemah, 58 stagnan, serta sebanyak 304 saham tidak terjadi transaksi. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,28 triliun dengan frekuensi 32.255 kali.

Emiten-emiten yang mengalami penurunan terbesar antara lain PT Bukit Asam (PTBA) anjlok Rp 250 ke level Rp 7.200, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terpuruk Rp 125 menjadi Rp 3.725, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) jatuh Rp 100 ke Rp 9.500, PT Astra Otoparts (AUTO) merosot Rp 100 ke Rp 2.900, dan PT Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 6.300.

One Response to “MEDC gagal mendongkrak IHSG”

  1. ZfejPSId Says:

    Hi! TuUhejY


Leave a Reply