Laba Bersih INCO FY08 Anjlok 69,4%
Pada hari ini menurut kabar rumor dari media investor daily Kabarnya INCO akan membagikan dividen sebesar Rp375/saham, seiring kinerja perseroan FY08 cukup signifikan. Selanjutnya, naiknya harga nikel di pasar int’l seiring adanya paket stimulus di Tiongko dan AS akan mendorong sahamnya ke Rp3000/saham.
Selain itu, perseroan telah menerima pesanan nikel untuk pengiriman April09. Sehingga dapat mendongkrah saham bersimbol INCO ini mengalami penguatan hingga ke level Rp 2.250,- tapi setelah itu ada kabar bahwa Laba bersih INCO FY08 anjlok 69,4% YoY dari US$ 1,173 miliar menjadi US$ 359,316 jut. Sedangkan penjualannya turun 43,6% YoY dari US$ 2,325 miliar menjadi US$ 1,312 miliar. Laba usaha terpangkas 70% menjadi US$ 478,258 juta vs FY07 US$ 1,595 miliar. sedangkan laba bersih per saham menjadi US$ 0,036 vs FY07 US$ 0,118.
Penurunan tersebut dipicu oleh rendahnya marjin penjualan nikel dalam matte akibat dari lebih rendahnya harga rata-rata penjualan dan penjualan nikel dalam matte.
Produksi FY08 sebesar 72.400 metrik ton (dalam matte) vs FY07 76.700 metrik ton. Sedangkan penjualan nikel FY08 sebesar 73.048 metrik ton vs FY07 76.700 metrik ton.
Harga realisasi rata-rata nikel dalam matte FY08 sebesar US$ 17,724 per metrik ton atau turun 40,7% vs FY07 sebesar US$ 29,881 per metrik ton.
Saat ini, perseroan tetap melanjutkan tiga proyek utamanya: fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air di Karebbe, konversi batubara dan fasilitas penangkap debu electrostatic precipitators (ESP) pada tanur pereduksi.(detik) sehingga pada akhir penutupan pasar hari ini saham INCO mengalami penurunan 25 poin ke posisi Rp 2.100,-

May 2nd, 2011 at 7:17 pm
This is certainly a topic thats close to me so Im pleased which you wrote about it. Im also happy which you did the subject some justice. Not just do you know an excellent deal about it, you know how you can present in a way that individuals will need to read more. Im so happy to know an individual like you exists on the internet.