A Grim Economic Data on US and Japan
Bursa Indonesia kemarin berhasil menguat tipis seiring dengan penguatan bursa Asia dan US kemarin. Indeks akhirnya mampu bertahan di teritori positif dan ditutup naik +0,2% ke level 1324,6 meski mengalami banyak aksi profit taking pada intraday. Sektor banking memberi kontribusi terbesar pada kenaikan indeks seiring ekspektasi investor pada rendahnya inflasi Januari dan kembali turunnya BI Rate yang akan diumumkan pekan depan.
Sementara, US kembali mengalami hari yang berat semalam, setelah Dow Jones -2,7%, S&P500 -3,3%, dan Nasdaq -3,2% akibat buruknya data ekonomi US di bulan Desember dan kerugian yang dialami beberapa emiten besar pada 4Q08. Data pengangguran US kembali naik mencapai 4,78 juta orang ditambah dengan ancaman PHK dari Starbucks (7000 org), Kodak (4500 org) dan Allstate (1000 org). Diperparah dengan angka penjualan rumah yang terus melorot -14,3% di bulan Desember. Beberapa perusahaan yang kembali mengumumkan kinerja yang buruk di 4Q08 antara lain Eastman Kodak, Qualcomm, Allstate, Starbucks, dan Ford Motor Co.
Terkait hal ini, bursa Asia juga ikut dibuka melorot pada perdagangan hari ini, diperparah dengan buruknya data ekonomi Jepang di bulan Desember, antara lain belanja konsumen turun -4,6%, angka pengangguran melonjak 4,4% dan produksi industri anjlok -9,6%. Nikkei pagi ini turun tajam -3,2%, STI -1%, AORD -1% dan KOSPI -1,2%.
Bursa Indonesia sendiri nampaknya tidak mampu berbuat banyak dan diperkirakan akan melemah seiring sentiment negative dari Bursa US dan regional. Indeks masih dalam pola konsolidasi tanpa ada konfirmasi penguatan ataupun pelemahan, didukung dengan tipisnya transaksi membuat investor enggan untuk mengkoleksi saham untuk jangka panjang. Sektor banking diperkirakan akan menjadi sector paling defensive hari ini seiring antisipasi berita positif pada pekan depan, sementara sector mining dan infrastruktur diperkirakan akan terkoreksi cukup dalam. Indeks diperkirakan akan bergerak pada rentang 1290 - 1330.eTrading
