Indeks Tergerus Infrastruktur dan Perbankan
Euforia berakhir, indeks terkikis 0.7% ke level 1.290,3 setelah kemarin mengalami penguatan 0.3% disebabkan penguatan Dow berhasil mengangkat bursa regional Asia. Hari ini, indeks Dow anjlok 1.1% setelah Obama memberi sinyal institusi finansial akan mendapat pengawasan ketat dari pemerintah. Pelemahan Dow juga diikuti oleh pelemahan bursa regional.
Nikkei 225 -0.04%, karena kekhawatiran resesi akan semakin dalam setelah ekonom memperkirakan terjadinya deflasi di Januari, Hang Seng -0.85%, melemah atas aksi profit taking sejumlah saham blue chips, Kospi -1.15%.
Penurunan IHSG hari ini selain terimbas oleh penurunan bursa regional juga dipicu oleh kekhawatiran laba perbankan di FY08 akan mengalami penurunan. BBRI (Bank Rakyat Indonesia) turun 4.39% ke Rp3.850 dari level pembukaan Rp4.050, investor langsung bertindak overreaktif terhadap berita Minarak Lapindo yang akan melakukan pinjaman Rp4 tn, BBRI sendiri menyatakan tidak mungkin memberi pinjaman disebabkan akan melebih BMPK (batas minimum pemberian kredit).
BMRI (Bank Mandiri) langsung turun 1.12% ke Rp1.760 setelah BMRI menyatakan akan melakukan restrukturisasi hutang Rp3 tn sebagai langkah penyelamatan atas naiknya NPL. Selain saham perbankan, melemahnya saham-saham infrastruktur (-1.32%) juga ikut mendorong pelemahan indeks.
PGAS (Perusahaan Gas Negara) turun 1.53% ke Rp1.930, investor khawatir penurunan produksi industri pada 2009 akan mengurangi konsumsi gas. ISAT (Indosat) langsung turun 1.72% ke Rp4.275 setelah laba FY08 turun 8% akibat kerugian kurs yang mencapai Rp885,7 miliar selain itu investor khawatir terhadap depresiasi rupiah yang semakin dalam sebab utang perseroan sebesar Rp21,7 triliun 49% berbentuk valas. Sementara rupiah mengalami penguatan pada sore hari dengan ditransaksikan di level Rp11.920/US$ dari level Rp11.970/US$.
Indeks diperkirakan tetap akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran trading pada level 1270 - 1308.(sumber:eTrading)
