GANYANG (MAFIA) Bumi ???
Kalau Anda cukup jeli koreksi saham ini akan terlihat dari benang merah antara lain :
1 Aksi korporasi belakangan ini ditambah lagi berita di kontan hari ini bahwa penjualan obligasinya kurang maksimal (artinya para investor kurang berminat sepertinya, kali udah jenuh dengan gaya yang seperti ini).
2. Kemudian katakanlah BUMI mengharapkan Herald sebagai tambang emas masa depan. Nah menurut dosen saya secara umum dalam sejarah akusisi tahun pertama sampai tahun kedua adalah masa masa belum maksimal dalam memberikan profit bahkan ada kalanya rugi dulu, baru nanti sekitar tahun tahun berikutnya.
3. Kalau benar saham BUMI yang kabarnya lebih banyak dipegang oleh pihak selain pihak manajemen sendiri, Anda akan tahu bahwa koreksi semacam ini memberi peluang bagi manajemen BUMI untuk dapat buy back di harga murah tentu dengan tujuan agar bisa lebih dominan lagi (jadi tahukan kenapa harga ditekan dulu ?)
Sementara manajemen BUMI berpikir jangka menengah dan panjang dilain pihak trader berpikir jangka pendek. Jadi solusinya tradinglah jika posisi saham ini dalam kondisi uptrend, jika mau jadi contarian dengan mencoba tangkap pisau jatuh. TA Anda tidak bisa mengandalkan perhitungan sederhana, sangat beresiko.(tasrul70@yahoo.com)
Seharusnya manajemen BUMI udah mulai memikirkan cara lain agar sahamnya tetap diminati investor dan tetap tumbuh, dan tinggalkan cara cara lama, akhirnya ketahuan obligasinya kurang peminat, pasar udah jenuh dengan gaya gaya seperti itu, kita lihat saja sebentar lagi bisa jadi keluar berita bagus.Kalau pasar memang mau turun kenapa TLKM tadi lumayan kenaikannya, dan beberapa saham lain gak terlalu tajam koreksinya. Ada yg mulai tinggalkan BUMI kah karena takut peristiwa lama terulang lagi ? Semoga tidak, karena udah terlalu banyak korbannya.(tasrul70@yahoo.com)
Siapa bilang obligasi BUMI kurang peminat? Itu kan hanya news yg dibuat oleh pihak2 tertentu…. obligasinya aja masih 13 november…. wkwkwkkw sabar aja yg punya BUMI…..kalau anda yakin sama masa depan batu bara simpan saja….tapi hari ini yang turun juga bukan BUMI doang juga…..asing-asing pada takut sama cicak vs buaya scenario…. kalau asing-asing pada jualan tapi masih ada yang beli berarti investor-investor dan fund-fund lokal masih berani beli ngapain takut? beda kaya tahun kemarin sewaktu harga selalu mentok di kiri tiap hari/ar kiri alias tidak ada yang mau tampungin… .kata om Buffet patience is a virtue (andref_r@yahoo. Com)
Baca harian Kontan hari ini boss, ada penjelasannya disana bahwa obligasinya kurang peminat, jadi bukan kata saya he he…..Saya malah tidak terlalu khawatir akan scenario cicak vs buaya, paling efeknya cuma sementara, pelaku pasar adalah pelaku yg realistis, pertanyaanya apakah scenario cicak vs buaya bisa merubah fundamental suatu perusahaan ? Ini hanya kekhawtiran sesaat.Ingat waktu anjlok th 2008 banyak sekali pengamat ekonomi yg bilang bakalan parah ekonomi kita, buktinya malah Indonesia no 4 di dunia (kalau gak salah ya) yg bisa cepat recovery pasar modalnya, artinya pelaku pasar itu lebih realistis melihat keadaan sebenarnya.(tasrul70@yahoo.com)
