<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Investor &#124; Pasar Modal &#124; Bursa Efek &#124; Investor Indonesia</title>
	<atom:link href="http://suarainvestor.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suarainvestor.com</link>
	<description>Suaranya Para Investor</description>
	<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 11:32:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Disaat market Bearish, Bakrie bermain</title>
		<link>http://suarainvestor.com/disaat-market-bearish-bakrie-bermain.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/disaat-market-bearish-bakrie-bermain.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 11:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya saham bakrie senangnya bermain api&#8230;
kita tahu bahwa saham-saham di bursa mengalami penurunan tapi saham bakrie ini tak tersentuh oleh merahnya api market hari ini.


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya saham bakrie senangnya bermain api&#8230;</p>
<p>kita tahu bahwa saham-saham di bursa mengalami penurunan tapi saham bakrie ini tak tersentuh oleh merahnya api market hari ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="btel" src="http://www.obrolanbandar.com/piwbtel5.png" alt="" width="530" /></p>
<p><img class="alignnone" title="elty" src="http://www.obrolanbandar.com/piwelty5.png" alt="" width="530" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/disaat-market-bearish-bakrie-bermain.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SMGR</title>
		<link>http://suarainvestor.com/smgr.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/smgr.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 11:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Technical :
if close above 7,200 &#8211;&#62; break downtrend channel, fibo 23.6 % as a support at 6,950 and EMA 36 looks very good

News :

SMGR: Grup Rajawali Disinyalir Akan Jual 24,9% Saham

Grup Rajawali disinyalir akan menjual 24,9% saham  SMGR dengan target dana US$900 juta atau Rp9 triliun
guna meraup keuntungan  yang besar. Danareksa Sekuritas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Technical :</strong></div>
<p>if close above 7,200 &#8211;&gt; break downtrend channel, fibo 23.6 % as a support at 6,950 and EMA 36 looks very good</p>
<div></div>
<div><strong>News :</strong></div>
<div></div>
<div><strong>SMGR: Grup Rajawali Disinyalir Akan Jual 24,9% Saham</strong></div>
<div></div>
<p><span style="color: #000000; font-size: x-small;">Grup Rajawali disinyalir akan menjual 24,9% saham  SMGR dengan target dana US$900 juta atau Rp9 triliun<br />
guna meraup keuntungan  yang besar. Danareksa Sekuritas dan JP Morgan disinyalir telah ditunjuk sebagai  penasihat keuangannya. </span></p>
<p><img class="alignnone" title="smgr" src="http://farm3.static.flickr.com/2673/4155397136_afa9bd897b_o.png" alt="" width="530" /></p>
<p>sumber : <span class="email">billybudiman92@gmail.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/smgr.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Krugman, hubungan antara politik (pengembangan middle class) dengan ekonomi.</title>
		<link>http://suarainvestor.com/krugman-hubungan-antara-politik-pengembangan-middle-class-dengan-ekonomi.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/krugman-hubungan-antara-politik-pengembangan-middle-class-dengan-ekonomi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=852</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 1997, Paul Krugman, kolumnis populer yang sering mengisi artikel NYTimes (juga pernah menjadi pemenang Nobel Ekonomi) menerbitkan buku yang mencoba mencari hubungan antara keinginan politik dengan keberhasilan ekonomi.
Ia mencoba membantah hipotesa dari ekonom neoklasikal  bahwa siklus peningkatan kesenjangan sosial dan peningkatan kesetaraan ekonomi (yang disebutnya sebagai fase “compression”) berlangsung secara natural.
Kaum neoklasikal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tahun 1997, Paul Krugman, kolumnis populer yang sering mengisi artikel NYTimes (juga pernah menjadi pemenang Nobel Ekonomi) menerbitkan buku yang mencoba mencari hubungan antara keinginan politik dengan keberhasilan ekonomi.</p>
<p>Ia mencoba membantah hipotesa dari ekonom neoklasikal  bahwa siklus peningkatan kesenjangan sosial dan peningkatan kesetaraan ekonomi (yang disebutnya sebagai fase “compression”) berlangsung secara natural.</p>
<p>Kaum neoklasikal menyatakan bahwa peningkatan kesenjangan sosial terjadi secara natural karena kaum pengusaha memperoleh peluang bisnis besar, dan secara natural pula nantinya ada proses penyebaran kemakmuran (trickle down) yang mengakibatkan berkurangnya kesenjangan sosial ini.</p>
<p>Krugman membantah dan mengatakan bahwa baik peningkatan kesenjangan sosial maupun peningkatan pemerataan kemakmuran sangat tergantung dari kemauan politik pemerintah untuk mengambil salah satu dari arah peningkatan kemakmuran ini.</p>
<p>Saya sendiri menambahkan buat rekan yang ingin menelaah hipotesa Krugman di buku ini bahwa Amerika dapat melaksanakan keinginan politiknya (untuk memeratakan atau malah menimbulkan kesenjangan sosial) karena mereka memiliki sistem ekonomi yang relatif independen (di tahun 1945 – 1980). Kemampuan pasar domestik mereka untuk memproduksi maupun mengkonsumsi kegiatan ekonomi bisa saling mencukupi. Bila dibandingkan dengan Indonesia, situasinya mungkin agak berbeda.</p>
<p>Secara umum Krugman menyatakan bahwa Partai Republik umumnya mewakili kepentingan kaum berpunya dan menerima banyak donasi dari perusahaan-perusaha an besar (agar mereka mendukung program yang diinginkan perusahaan besar tersebut). Sementara Partai Demokrat bersifat lebih populis, berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata, meningkatkan jumlah orang-orang yang termasuk kaum “middle class” dan mendukung hak-hak sipil rakyat.</p>
<p>Ia menunjukkan bahwa pada masa “robber barron”, yakni orang-orang super kaya yang memonopoli ekonomi (misalnya JP Morgan, Mellon, Carnegie, Frick, dll), perkembangan konglomerasi mereka didukung oleh pemerintah yang saat itu dikuasai partai Republik. Politik uang pun saat itu digunakan untuk menekan orang-orang kecil agar tidak ikut dalam pemungutan suara, bahkan menekan buruh-buruh agar mereka tidak meminta kenaikan upah. Ada disebutkan dalam sejarah bahwa buruh bekerja lebih dari 12 jam sehari dengan upah minimal.</p>
<p>Krisis ekonomi The Great Depression dan Perang Dunia (ke dua dan pertama) membawa perubahan dimana pemerintah mulai beralih untuk mendukung kaum buruh. Perang Dunia memerlukan suplai bahan baku yang selalu stabil agar para prajurit bisa menang. Untuk itulah kemudian pemerintah berupaya agar mogok kerja hanya seminim mungkin, dan produksi tidak terhambat. Artinya sering permintaan kenaikan gaji dan peningkatan kualitas kerja (menjadi cuma 8 jam kerja) akhirnya di dukung oleh pemerintah.</p>
<p>Di jaman ini jugalah pemerintah yang dikuasai kaum Demokrat (Franklin D Roosevelt) berupaya untuk mulai memperhatikan kesamaan hak antara prajurit kulit hitam dengan prajurit kulit putih. Proses menghilangkan konsep rasisme ini berlangsung sangat lama. Baru di tahun 1966 sajalah segregasi kulit hitam dan putih di tiadakan (padahal sudah mulai diusahakan di tahun 45 dengan penyamaan di bidang militer).</p>
<p>Masyarakat kulit hitam yang tadinya tidak boleh ikut memilih presiden akhirnya memiliki payung hukum yang dikeluarkan oleh kaum Demokrat. Masyarakat kulit hitam yang tadinya tidak boleh pergi ke universitas harvard, akhirnya mulai diperbolehkan.</p>
<p>Sejarah jelas mencatat bahwa masa booming ekonomi sangat jelas terlihat pada periode pasca perang dunia ke dua ini, yakni di masa pemerintahan kaum Demokrat. Dan perubahan dari kondisi yang sangat senjang menjadi lebih merata terjadi dengan drastis, bukan melalui proses bertahap yang natural.  Logikanya adalah bahwa kebijakan-kebijakan yang disusun pemerintah adalah mengupayakan peningkatan jumlah dan kualitas kaum middle class (yang menjadi mayoritas). Artinya baik kekayaan maupun jumlah penduduk yang berkecukupan memiliki bentuk kurva statistik normal (gemuk di tengah).</p>
<p>Demikianlah maka semakin makmur rakyat middle class, semakin banyak mereka mengkonsumsi. Ini berarti terjadi peningkatan demand (permintaan) yang diikuti pula dengan peningkatan investasi untuk meningkatkan produksi. Akibatnya semakin banyak pula lapangan kerja yang diciptakan. (disini jelas terlihat bahwa ekonomi saat tersebut bisa dibilang “self sufficient”).</p>
<p>Lalu mengapa kemudian di era tahun 1980 pemerintahan justru berbalik dari partai Demokrat kembali kepada partai Republik (Ronald Reagan) dengan konsep pengurangan pajak dan pasar bebas neo-klasik nya yang kemudian membuat terjadinya lagi kesenjangan sosial?</p>
<p>Krugman menjelaskan bahwa mulai tahun 1965, meningkatnya aktivitas demonstrasi warga kulit hitam membawa nuansa kacau dan ketiadaan hukum. Tingkat kekerasan dan kriminalitas meningkat. Kita ingat pula bahwa dalam film American Gangster, Perang Vietnam membawa banyak narkoba yang dapat dijual murah di jalan-jalan. Dan justru kaum kulit hitam inilah (yang berusaha untuk keluar dari kemiskinan) yang melakukan tindakan kriminalitas tersebut. Seks bebas, penggunaan narkoba, periode kemalasan dan tidak bekerja (seperti digambarkan dalam film-film tentang the flower generation/era Beatles) mengakibatkan ledakan jumlah anak haram yang dilahirkan, anak-anak yang tidak terdidik dan kurang disiplin, dan meningkatnya jumlah pengangguran. Para penganggur ini bergantung pada kucuran dana welfare pemerintah.</p>
<p>Di sinilah partai Republik dan Ronald Reagan memulai kampanyenya. Dalam pidatonya untuk mencapai posisi gubernur, Ronald Reagan yang adalah aktor kaya mewakili grup nya untuk membatasi jumlah uang yang dibayarkan kepada penganggur ini. Banyak dari orang-orang pengangguran yang bergantung dari welfare pemerintah adalah kaum terbelakang kulit hitam yang dulunya selalu ditekan dan tidak diperbolehkan untuk meminta bantuan welfare pemerintah. Jadi demikianlah maka kaum republik berupaya untuk menyalahkan kondisi kacau kriminal dan meningkatnya jumlah dana untuk membayar pengangguran itu pada kaum Demokrat.</p>
<p>Harus diakui bahwa sejak tahun 1980, ekonomi Amerika memang membaik dan di saat itu pula Reagan mencapai kesuksesan dalam hubungan luar negeri dan masalah Perang dingin dengan Uni Sovyet. Namun Krugman menyatakan bahwa kesuksesan ini berasal dari kaum middle class yang kuat sebagai pangsa pasar dan juga produsen kebutuhan negara.</p>
<p>Fokus untuk memberikan perhatian pada perusahaan besar (yang memberikan donasi dana kampanye bagi kaum republik) semakin lama semakin mengikis kekuatan kaum middle class ini. Gaji per jam minimum masyarakat Amerika meningkat cuma sedikit, dan bila disesuaikan dengan inflasi ternyata malah sudah lebih rendah dari standar gaji era tahun 1950. Sebaliknya orang-orang super kaya menyerap banyak jumlah kemakmuran Amerika dan jumlah gaji mereka (dengan stock option dan bonus-bonus lainnya) malah mulai membuat mereka mengambil resiko yang terlalu tinggi. Sampai akhirnya terjadilah krisis di tahun 2008 ini.</p>
<p>Sangat menarik, Krugman menulis dan menerbitkan buku ini di tahun 2007 (hard cover), dan belum lama ini baru keluar soft covernya.</p>
<p>sumber : kiriman dari dfaj21@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/krugman-hubungan-antara-politik-pengembangan-middle-class-dengan-ekonomi.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus Dubai World, subprime mortgage jilid 2?</title>
		<link>http://suarainvestor.com/kasus-dubai-world-subprime-mortgage-jilid-2.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/kasus-dubai-world-subprime-mortgage-jilid-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Cukup mengaggetkan ketika terjadi penundaan pelunasan bayar sukuk oleh perusahaan Nakheel (anak perusahaan Dubai World) yang disampaikan langsung oleh Pemerintah Dubai. Hal ini bersamaan dengan pesimistis pasar modal global yang sedang dihantui oleh rendahnya PDB Amerika (Cuma 2,8%) dengan tingkat pengangguran 10,2%. Sudah menjadi rahasia umum, selama ini pertumbuhan ekonomi global ditopang oleh stimulus yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="dubai" src="http://staff.blog.ui.ac.id/dodik.siswantoro/files/2009/11/interactive_map.jpg " alt="" width="307" height="229" />Cukup mengaggetkan ketika terjadi penundaan pelunasan bayar sukuk oleh perusahaan Nakheel (anak perusahaan Dubai World) yang disampaikan langsung oleh Pemerintah Dubai. Hal ini bersamaan dengan pesimistis pasar modal global yang sedang dihantui oleh rendahnya PDB Amerika (Cuma 2,8%) dengan tingkat pengangguran 10,2%. Sudah menjadi rahasia umum, selama ini pertumbuhan ekonomi global ditopang oleh stimulus yang sangat besar yang diharapkan dapat membangkitkan keterpurukan krisis global yang menerpa akibat kasus <strong><em>subprime mortgage</em></strong> di Amerika.</p>
<p>Dubai World merupakan perusahaan milik Pemerintah Dubai yang bergerak dalam berbagai bidang infrastruktur, salah satunya adalah Nakheel. Proyek property Nakheel yang terkenal adalah <em>The Palm Island, </em>perumahan yang berada di tengah laut berbentuk pohon kurma. Sumber pendanaannya antara lain dengan menggunakan sukuk. Nilai sukuk yang ditunda pembayaran pokoknya adalah sebesar 3,52 miliar USD. Tanggal jatuh temponya adalah tanggal 14 Desember 2009, diusulkan ditunda hingga 30 Mei 2010. Penundaan ini tentunya memberikan efek negatif bagi pemegang sukuk tersebut yang sangat membutuhkan likuiditas. Hal ini menyebabkan jatuhnya harga sukuk tersebut hingga -31,11% (menjadi 62) dalam satu hari pada tanggal 26 November 2009. Masalah sukuk Nakheel pada dasarnya mulai muncul pada bulan Juli 2009 ketika Nakheel mengajukan revisi struktur sukuk sebesar 750 juta USD.</p>
<p>Sukuk bukan utang!</p>
<p>Sukuk Nakheel menggunakan basis<em> ijarah</em> (sewa) untuk skema pendanaannya. Sehingga pemilik sukuk pada dasarnya memiliki hak pada <em>underlying asset</em> yang disewakan tersebut. Di samping itu sukuk pada dasarnya bukan merupakan instrumen utang seperti obligasi pada umumnya. Namun demikian, dari kasus yang terjadi tersebut, banyak investor yang mengidentikkan sukuk dengan obligasi. Sehingga investor merasa harus diperlakukan sama seperti pemegang obligasi. Padahal secara langsung pemilik sukuk mempunyai hak atas <em>underlying asset</em> apabila terjadi gagal bayar sehingga ada jaminan yang dapat menjadi milik investor apabila terjadi benar-benar gagal bayar. Hal ini biasanya diatur pada setiap prospektus masing-masing sukuk.</p>
<p>Struktur sukuk Nakheel</p>
<p>Underwriter dari sukuk Nakheel adalah Barclay Capital dan Dubai Islamic Bank PJSC, terbit mulai 14 Desember 2006 dan jatuh tempo 14 Desember 2009. <em>Rate </em>yang diberikan adalah 6,345% per tahun. Di dalam prospektusnya sendiri disebutkan bahwa terdapat resiko dalam sukuk tersebut misalnya:</p>
<p>1. Dubai World sendiri tidak mempunyai laporan konsolidasi, sehingga laporan secara umum sebagai holding company tidak begitu jelas</p>
<p>2. Ketergantungan      pada proyek Nakheel cukup besar bagi Dubai World</p>
<p>3. Terdapat      resiko ketidaktepatan waktu dalam penyelesaian proyek property</p>
<p>4. Ketidakcukupan      dana untuk penyelesaian proyek</p>
<p>5. Penurunan      harga property dan tren ekonomi yang melemah</p>
<p>6. Likuiditas      sukuk di pasar sekunder</p>
<p>Dari resiko-resiko yang terdapat dalam <strong>prospektus</strong> tersebut seharusnya<strong> investor</strong> menyadari resiko yang mungkin akan terjadi pada sukuk Nakheel ini, disamping tenor yang ada relatif singkat (cuma 3 tahun). Kesulitan dalam restrukturisasi pendanaan dan pelunasan dapat diprediksi diawal, ditambah apabila perusahaan tidak mempunyai manajemen keuangan yang baik. Hal ini mengakibatkan sebenarnya <em>outlook</em> dari Nakheel tidak begitu baik jika <strong>investor</strong> cermat membaca <strong>prospektus </strong>yang ada.</p>
<p>Di samping itu, jika terjadi keterlambatan dalam pembayaran maka <strong>investor</strong> akan diberitahu, akan diberikan tambahan fee sesuai waktu penundaan. Kemudian jika terjadi gagal bayar maka <em>underlying asset</em> menjadi milik<strong> investor </strong>sesuai dengan prosedur hukum yang ada.</p>
<p>Pada saat sukuk ini akan diajukan, tingkat penjualan propertynya baru laku sebesar 12% dari proyek yang akan dijual. Jumlah ini dapat dikatakan relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan perusahaan property yang ada di Indonesia. Sedangkan proyek yang diselesaikan baru sebesar 6% dari yang direncanakan.</p>
<p>Laporan keuangan Nakheel sendiri mendapat opini wajar dengan pengecualian dari Ernst &amp; Young pada 5 November 2006. Sedangkan laporan laba rugi pada 6 bulan pertama tahun 2006 mengalami kerugian sebesar -98 juta AED. Sedangkan pada tahun 2005 sebesar -331,7 juta AED, tahun 2004 sebesar -205,3 juta AED dan tahun 2003 sebesar     -62,4 juta AED. Walaupun demikian, jumlah sukuk sebesar 3,52 miliar USD pada dasarnya relatif kecil bila dibandingkan dengan modal Nakheel yang sebesar sekitar 18 miliar USD. Sehingga masih dapat dikatakan wajar jumlah nominal sukuk yang dikeluarkan.</p>
<p>Subprime Mortagage jilid 2?</p>
<p>Hal yang menjadi <em>concern</em> adalah ketika harga sukuk tersebut itu jatuh atau mengalami<em> default</em> sehingga nilainya sangat jatuh. Ini menyebabkan jatuhnya investasi yang terkait dengan sukuk Nakheel misalnya reksadana, unit link, dan dana pensiun, bahkan bank (sudah ada beberapa bank yang diprediksi akan menderita kerugian akibat kasus sukuk Nakheel ini). Ini dapat mengakibatkan efek pada portofolio investasi tersebut. Apabila investor merespon dengan cepat dan penarikan dana dilakukan secara besar dan bersamaan, maka <em>rush </em>akan terjadi. Nilai portofolio dapat turun dengan drastis!</p>
<p>Namun demikian, hal ini berbeda dengan <em>subprime mortgage</em> yang terjadi di Amerika dimana tidak ada <em>underlying asset</em>-nya sehingga nilainya bisa benar-benar hilang. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah nilai pasaran perumahan di Dubai mengalami penurunan hingga 70%, hal ini tentunya akan berdampak pada jaminan atau underlying asset yang diberikan oleh Nakheel (sumber www.bloomberg. com). Di samping itu banyak terjadi <em>default</em> dalam pembayaran property tersebut, ini akan berdampak pada likuiditas perusahaan property di Dubai pada umumnya.</p>
<p>Hal ini tersebut berdampak pada penurunan rating perusahaan property di Dubai oleh Moody hingga dibawah <em>investment grade</em> bahkan menjadi <em>junk.</em> Di samping itu, yang perlu dikhawatirkan adalah hal ini bisa berdampak pada harga obligasi lain yang sebenarnya punya <em>outlook</em> lebih baik (efek domino). Sehingga apabila hal ini terjadi secara bersama-sama maka dapat berdampak pada goncangan ekonomi yang cukup hebat apabila Pemerintah Dubai tidak segera mengantisipasi dengan baik. Ditambah banyak analis yang menyamakan kasus ini mirip yang terjadi di Argentina dimana Pemerintahnya harus membayar mahal atas kasus gagal bayar obligasi. Namun demikian yang menjadi pertanyaan adalah apakah hal ini merupakan puncak gunung es dari permasalahan yang ada atau hanya sebagian kecil masalah yang sebenarnya dapat diantisipasi di awal. Kita lihat saja 6 bulan kemudian, yang jelas pasar akan terus mengamati kasus ini secara seksama. Di samping perlu adanya kajian yang mendalam atas setiap penerbitan sukuk, atas dasar kelayakan proyek bukan pada jaminan yang ada.</p>
<p>sumber : http://staff. blog.ui.ac. id/dodik. siswantoro/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/kasus-dubai-world-subprime-mortgage-jilid-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dow.HSI.IHSG</title>
		<link>http://suarainvestor.com/dowhsiihsg.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/dowhsiihsg.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[Dow sejak Pembukaan tadi harga sdh menanjak 50%.
Chart 27-11-2009.
jam 11:15.

HSI terparah..mungkin ada kasus Panic Selling besar2an..! sampai Open Gap Down dgn swing yg bgt lebar&#8230;!

IHSG CHART 26-11-2009.
sudah terdiskon..
mungkin termasuk kasus DUBAI.

sumber : ueno_kobayashi@yahoo.co.id
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dow sejak Pembukaan tadi harga sdh menanjak 50%.<br />
Chart 27-11-2009.<br />
jam 11:15.</p>
<p><img class="alignnone" title="dow" src="http://farm3.static.flickr.com/2543/4139790214_0414d40d9f_o.png" alt="" width="530" /></p>
<p>HSI terparah..mungkin ada kasus Panic Selling besar2an..! sampai Open Gap Down dgn swing yg bgt lebar&#8230;!</p>
<p><img class="alignnone" title="hti" src="http://farm3.static.flickr.com/2777/4139790216_50c2293a75_o.png" alt="" width="530" /></p>
<div class="photocaption_text">IHSG CHART 26-11-2009.<br />
sudah terdiskon..<br />
mungkin termasuk kasus DUBAI.</div>
<div class="photocaption_text"><img class="alignnone" title="ihsg" src="http://farm3.static.flickr.com/2678/4139790218_94408762c6_o.png" alt="" width="530" /></div>
<div class="photocaption_text">sumber : <span class="email">ueno_kobayashi@yahoo.co.id</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/dowhsiihsg.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>European Confidence Improves to Highest in 14 Months</title>
		<link>http://suarainvestor.com/european-confidence-improves-to-highest-in-14-months.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/european-confidence-improves-to-highest-in-14-months.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Nov. 27 (Bloomberg) &#8212; European confidence in the economic outlook improved in November to the highest since the collapse of Lehman Brothers Holdings Inc., suggesting the recovery in the 16-member euro region is gathering strength.
An index of executive and consumer sentiment rose for an eighth straight month to 88.8 from 86.1 in October, the European [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nov. 27 (Bloomberg) &#8212; European confidence in the economic outlook improved in November to the highest since the collapse of Lehman Brothers Holdings Inc., suggesting the recovery in the 16-member euro region is gathering strength.</p>
<p>An index of executive and consumer sentiment rose for an eighth straight month to 88.8 from 86.1 in October, the European Commission in Brussels said today. That was the highest since September 2008 and above the 88 projected by economists, according to the median of 27 forecasts in a Bloomberg survey.</p>
<p>The euro-area economy emerged from its worst recession in over six decades in the third quarter after governments spent billions of euros on stimulus programs and the European Central Bank lowered borrowing costs close to zero. HeidelbergCement AG, Germany’s largest cement maker, said this month that it is “very optimistic” about the outlook. Rising unemployment and a stronger euro are threatening to undermine the recovery.</p>
<p>“It’s a good outcome, supporting evidence that the euro- region economy has embarked on a gradual recovery,” said Nick Kounis, chief European economist at Fortis Bank Nederland NV in Amsterdam. “The indicator still has some catching up to do even with the recovery likely to remain moderate.”</p>
<p>The euro was little changed against the dollar after the report, trading at $1.4919 at 10:38 a.m. in London, down 0.7 percent on the day. The yield on the German 10-year benchmark bond was unchanged at 3.16 percent.</p>
<p>OECD Forecast</p>
<p>The global economy may expand 1.9 percent next year and 2.5 percent in 2011, the Organization for Economic Cooperation and Development said on Nov. 19. The Paris-based group previously forecast the economy to grow 0.7 percent in 2010. In the euro region, gross domestic product may rise 0.9 percent next year instead of a previously projected stagnation, the OECD forecast.</p>
<p>Adding to signs of recovery, Europe’s manufacturing and services industries expanded for a fourth month in November and European investors became more optimistic. In Germany, business confidence rose to a 15-month high in November.</p>
<p>Bulgari SpA, the world’s third-largest jeweler, said on Nov. 12 that it returned to profit in the third quarter on reviving global demand. Chief Executive Officer Francesco Trapani said he expects “a general improvement, especially in the first quarter” of next year.</p>
<p>Demand is “slowly reviving,” Martin Winterkorn, CEO of Germany’s Porsche SE and Volkswagen AG car manufacturers, said on Nov. 25. “I’m cautiously optimistic on the outlook for 2010.”</p>
<p>‘Substantial Uncertainties’</p>
<p>The Dow Jones Stoxx 50 Index has risen 14 percent this year while Germany’s benchmark DAX Index has increased 2 percent in the past three months, bringing gains to 16 percent in 2009.</p>
<p>ECB President Jean-Claude Trichet said on Nov. 5 that he expects Europe’s economy to gather strength in the second half and recover at a “gradual pace” in 2010. The Frankfurt-based central bank has purchase covered bonds and injected billions of euros into markets to restore lending.</p>
<p>“On the one hand, there are signals that seem to suggest the low point of the crisis is behind us,” ECB council member Nout Wellink said on Nov. 25. “On the other hand, the recovery is fragile and clouded by substantial uncertainties.”</p>
<p>The euro’s 19 percent ascent against the dollar since mid- February is threatening to curb the recovery by making exports less competitive. European officials have urged China to loosen controls on the yuan after the country kept its currency largely unchanged versus the dollar for more than a year, exposing the euro region to the dollar’s slide. Trichet is scheduled to meet Chinese authorities on Nov. 29 in Nanjing to discuss currencies.</p>
<p>Weaker Dollar</p>
<p>“There will be a bit stronger pressure on China even if the point is probably more effectively made behind the scenes,” said Julian Callow, chief European economist at Barclays Capital in London. “I imagine Trichet having gone all this way, that they want to come back with a message that China understands their position and is committed to more flexibility in due course.”</p>
<p>Deutsche Telekom AG Chief Executive Officer Rene Obermann said on Nov. 5 that the company is looking “very carefully” at developments in currency markets. European Aeronautic, Defence &amp; Space &amp; Co., the owner of Airbus SAS, said on Nov. 16 that quarterly profit slumped 77 percent because of a weaker dollar.</p>
<p>With companies cutting costs and eliminating jobs to help shore up earnings, the ECB has signaled it’s in no rush to withdraw stimulus measures. ECB council member Guy Quaden said on Nov. 17 that while there are “many reasons to expect a general recovery in 2010,” the central bank still has to “face and discuss the problems of an exit strategy.”</p>
<p>‘Extremely Cautious’</p>
<p>European households anticipate prices will decline further, today’s report showed. A gauge of consumers’ price expectations over the next 12 months rose to minus 11 in November from minus 14 in the previous month.</p>
<p>“We’re extremely cautious on the outlook,” said Sylvain Broyer, chief euro-region economist at Natixis in Frankfurt. “The time to withdraw liquidity measures hasn’t yet come. There’s no sustained recovery and the economy remains fragile.”</p>
<p>The ECB will release its latest forecasts on the economic development and inflation on Dec. 3 when policy makers meet for their monthly rate decision in Frankfurt.</p>
<p>sumber : bloomberg.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/european-confidence-improves-to-highest-in-14-months.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bocornya notulen Century</title>
		<link>http://suarainvestor.com/bocornya-notulen-century.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/bocornya-notulen-century.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[Entah kebetulan atau tidak, kemarin, notulen rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) beredar di kalangan pengamat, anggota parlemen, dan tentu saja para wartawan. Ini berarti, hanya sehari sebelum hasil audit investigatif penyelamatan PT Bank Century Tbk diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 
Audit investigatif Bank Century-kini berubah nama menjadi Bank Mutiara-adalah titah DPR kepada Badan Pemeriksa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Entah kebetulan atau tidak, kemarin, notulen rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) beredar di kalangan pengamat, anggota parlemen, dan tentu saja para wartawan. Ini berarti, hanya sehari sebelum hasil audit investigatif penyelamatan PT Bank Century Tbk diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Audit investigatif <strong>Bank Century</strong>-kini berubah nama menjadi <strong>Bank Mutiara</strong>-adalah titah DPR kepada Badan Pemeriksa Keuangan, agar menelusuri sinyalemen ketidakberesan dalam penyelamatan bank tersebut. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Rapat KSSK berlangsung pada Jumat, 21 November 2008, dari pukul 00.11-05.00 WIB, di Gedung Djuanda Lantai 3, Jakarta, adalah pangkal dari kisruh bailout berasal. Disinilah <strong>Bank Century </strong>diputuskan sebagai bank berisiko sistemik sehingga harus diselamatkan. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Notulen rapat setebal 5 halaman, yang salinannya diperoleh Bisnis, ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, selaku ketua KSSK dan pemimpin rapat, serta Gubernur BI Boediono (waktu itu) sebagai anggota. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Selain kedua orang tersebut, 16 orang juga hadir, termasuk Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan Firdaus Djaelani, Kepala Bapepam-LK Fuaad Rahmany, dan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Pemilik <strong>Bank Century Robert Tantular</strong>,<strong> Dirut Hermanus Hassan Muslim</strong>, dan <strong>Wadirut Hamidy</strong>, juga diundang datang ke Departemen Keuangan pada saat yang sama, tetapi tidak terlibat dalam rapat. Mereka, sebagaimana dikatakan <strong>Robert Tantular</strong> pada satu kesempatan, dibiarkan menunggu lontang-lantung di ruangan lain. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Rapat yang pernah disebut Deputi Senior Gubernur BI Darmin Nasution berlangsung panas sehingga &#8217;semua kata binatang sampai keluar dan membuat semua sakit&#8217; itu jelas tergambar pada notulen. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Ini terutama pada poin penentuan <strong>Bank Century </strong>sebagai bank dengan risiko sistemik atau tidak. Dalam presentasi Gubernur BI, <strong>Bank Century</strong> telah dinyatakan sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik. Ketika itu, Boediono juga menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan bank sentral. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Jelas pula, sebagian besar peserta rapat meragukan bahwa bank ini berisiko sistemik, tetapi mengapa justru keputusan penyelamatan yang diambil? </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Keraguan pertama datang dari pendapat LPS dalam poin C yakni pada keadaan normal, <strong>Bank Century </strong>bukan sistemik. Pendapat ini diperkuat oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu yang menyebut analisis risiko sistemik BI belum didukung oleh data yang cukup dan terukur, tetapi lebih kepada analis dampak psikologis. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Pandangan Ketua Bapepam-LK Fuad A. Rahmany hampir senada. Menurut otoritas pasar modal ini, karena ukuran kecil, secara finansial tidak menimbulkan risiko yang signifikan terhadap bank lain, sehingga dampak sistemiknya lebih psikologis. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Ini sejalan dengan fakta yang dihimpun Bisnis, bahwa sebelum dan sesudah diselamatkan, tagihan Century ke bank lain selalu lebih besar dibandingkan dengan kewajibannya. Pada Oktober dan November 2008, bank itu hanya memiliki kewajiban kepada bank lain Rp738 miliar dan Rp429 miliar, jauh lebih rendah dari tagihannya Rp1,64 triliun dan Rp864 miliar. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Dari sisi lain, masih menurut Bapepam LK, apabila bank kecil saja dinyatakan berisiko sistemik dapat menimbulkan persepsi perbankan Indonesia sangat rentan. Ini juga diperkuat oleh fakta bahwa<strong> saham Bank Century</strong> tidak aktif diperdagangkan di <strong>pasar modal</strong>. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Anehnya, hingga pertemuan malam itu, ternyata BI juga kesulitan mengukur apakah sebuah bank bisa menimbulkan risiko sistemik atau tidak, karena merupakan dampak berantai. Hal yang bisa diukur hanyalah perkiraan besar biaya bila dilakukan penyelamatan. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Menteri Keuangan mempertanyakan justifikasi penetapan bank gagal. Dia juga menuding bank yang dikendalikan oleh <strong>Robert</strong> <strong>Tantular</strong> itu mempunyai reputasi tidak bagus, sehingga diperlukan pertimbangan matang agar tidak menimbulkan moral hazard. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;"><strong>BI bersikeras</strong> </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Namun, BI tetap bersikeras dengan opsi penyelamatan. Dalam notulen itu terlihat jelas bank sentral menginginkan keputusan harus diambil segera dan tidak bisa ditunda hingga Jumat sore-dari rapat yang berakhir Jumat dini hari-karena <strong>Bank Century</strong> tidak cukup dana untuk pre-fund kliring dan memenuhi kliring sepanjang hari itu. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">BI juga kokoh pada penilaiannya bahwa terhadap bank gagal dan yang berdampak sistemik harus dilakukan upaya penyelamatan. Bank sentral juga menanyakan apakah LPS bisa mengambil alih secara kondisional. Hal ini dijawab tidak oleh LPS. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Dalam notulen, dengan penuh keyakinan BI menyampaikan jika <strong>Century </strong>tidak diselamatkan, sudah pasti LPS harus membayar dana simpanan nasabah sesuai jumlah yang dijaminkan sekitar Rp5,5 triliun. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Namun, apabila diselamatkan LPS hanya mengeluarkan dana sebesar yang diperlukan untuk memenuhi giro wajib minimum. </span><strong><span style="font-size: large;">Belakangan terungkap kebutuhan dana penyelamatan hanya Rp632 miliar. Ada kemungkinan, apabila diselamatkan, LPS tidak harus mengeluarkan seluruh jumlah Rp5,5 triliun. Kita tahu, bailout Bank Century menelan Rp6,7 triliun.</span></strong><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Ekonom Dradjad Wibowo menilai notulen tersebut menjadi &#8216;kotak hitam&#8217; untuk mengusut penyelewengan penyelamatan <strong>Bank</strong> <strong>Century</strong>. Pasalnya rapat pengambilan keputusan seperti setengah kamar yang tidak dihadiri oleh seluruh anggota <strong>KSSK</strong>. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">&#8220;Rapat kerja dihadiri seluruh anggota, tapi rapat pengambilan keputusan hanya oleh beberapa pihak. Beberapa pihak inilah yang memutuskan untuk menyatakan Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik,&#8221; ujarnya. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Dalam notulen kesimpulan rapat memang jelas tertulis, pengambilan keputusan hanya dihadiri oleh Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Boediono, Ketua Bapepam-LK Fuad A. Rahmany, Ketua Dewan Komisioner LPS Rudjito dan anggota Dewan Komisioner LPS serta Sekretaris <strong>KSSK</strong> Raden Pardede. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Rapat memutuskan <strong>Bank Century</strong> sebagai bank gagal berdampak sistemik, kemudian penanganan dilakukan oleh LPS dan lembaga ini meminta dukungan dari Bank Mandiri untuk mengisi manajemen baru. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Menurut Legislator Fraksi Golkar Harry Azhar Azis, notulen itu menjadi bukti transparansi<strong> KSSK</strong> dalam mengambil keputusan. Seharusnya, katanya, hal itu menjadi bukti bagi BPK dan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">&#8220;Ini yang menjadi pertanyaan dan harus diusut oleh pihak terkait. Alasan sistemiknya lemah. Kemudian dana itu lari ke mana?&#8221; tegasnya. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Rapat Jumat dini hari tersebut hanyalah sebuah prolog dari drama penyelamatan <strong>Bank Century</strong>. Sebab setelahnya, proses bailout menelan dana yang sangat besar, dan dicurigai sebagai alat konspirasi menggangsir dana premi penjaminan dari perbankan yang dipungut LPS. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Kasus <strong>Bank Century</strong> pula yang diyakini menjadi cikal bakal perseteruan Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyita banyak energi publik, menyeret nama-nama besar termasuk <strong>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</strong>. Lebih dari 200 anggota DPR telah mengajukan hak angket meminta kejelasan kasus. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Hari ini, saat audit investigatif BPK dijanjikan kelar dan diserahkan ke DPR, mudah-mudahan menjadi titik terang berikutnya, membuat persoalan gamblang, termasuk menuntut siapa pun yang terlibat dan bertanggung jawab. Bukankah, notulen rapat <strong>KSSK</strong> itu telah cukup membantu? <em>(hendri.asworo@ bisnis. co.id/hery.trianto@ bisnis.co. id) </em> </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: times new roman,georgia,sans-serif;">Oleh <strong>Hendri T. Asworo &amp; Hery Trianto</strong><br />
Wartawan Bisnis Indonesia </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/bocornya-notulen-century.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Corporate news</title>
		<link>http://suarainvestor.com/corporate-news.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/corporate-news.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[BVIC: Akusisi Saham
PT Victoria Sekuritas membeli 229,74 juta saham Bank Victoria yang setara dengan 6,6% saham yang
dicatatkan bank tersebut. Jumlah saham Bank Victoria yang dicatatkan adalah sebesar Rp3,46 miliar.
Harga jual saham tersebut yakni sebesar Rp120. (Bisnis/nlt)
PGAS: Buyback Obligasi US$275 Juta
PGAS akan melakukan buyback obligasi dolar sebesar US$275 juta.
Dana buyback akan dipenuhi dari pinjaman sindikasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BVIC: Akusisi Saham</strong></p>
<p>PT Victoria Sekuritas membeli 229,74 juta <strong>saham</strong> Bank Victoria yang setara dengan 6,6% <strong>saham </strong>yang</p>
<p>dicatatkan bank tersebut. Jumlah saham Bank Victoria yang dicatatkan adalah sebesar Rp3,46 miliar.</p>
<p>Harga jual <strong>saham</strong> tersebut yakni sebesar Rp120. (Bisnis/nlt)</p>
<p><strong>PGAS: Buyback Obligasi US$275 Juta</strong></p>
<p><strong>PGAS </strong>akan melakukan buyback <strong>obligasi</strong> dolar sebesar US$275 juta.</p>
<p>Dana buyback akan dipenuhi dari pinjaman sindikasi yang dipimpin Standard Chartered.</p>
<p>(vivanews/uth)</p>
<p><strong>BBRI: 2010, Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun</strong></p>
<p>Pada 2010, <strong>BBRI</strong> berniat menerbitkan obligasi subordinasi hingga Rp 3 triliun guna memenuhi kebutuhan kredit. Subdebt ini menawarkan kupon berkisar 10-11,9%.(vivanews/uth)</p>
<p><strong>TRUB: Raih Kontrak US$ 700 Juta</strong></p>
<p>Sepanjang 2009, <strong>TRUB</strong> mengantongi kontrak senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 6,61 triliun. Dan ditargetkan akan mencapai Rp 7,54 triliun pada akhir tahun. Perusahaan mendapat kontrak 17 proyek besar, salah satunya pembangunan fasilitas migas milik Chevron senilai US$ 200 juta. (<strong>investor</strong>/uth)</p>
<p><strong>BNBR: Tunjuk 6 Penjamin Emisi</p>
<p></strong><strong>PT Bakrie &amp; Brothers Tbk </strong>akan menunjuk enam penjamin emisi yang akan membantu penerbitan obligasi konversi senilai US$250 juta pada pekan depan.</p>
<p>Biaya penerbitan<strong> obligasi </strong>ini diperkirakan akan digunakan untuk melaksanakan haknya menyerap sebagian besar <strong>saham</strong> baru yang diterbitkan oleh <strong>PT Energy Mega Persada Tbk</strong> dalam rangka penawaran umum terbatas (right issue) bernilai Rp.4,84 triliun. (Bisnis/nlt)</p>
<p><strong>POLY: Konversi 51,2% Saham</strong></p>
<p><strong>POLY </strong>akan mengonversi utang senilai US$893 juta dengan dua miliar <strong>saham</strong> (51,2%) dari total perseroan. Sebelumnya, total utang perseroan yang default senilai US$1 miliar dan hanya dibayar US$107 miliar. Perseroan mematok modal kerja FY10 sebesar US$50 juta dan capex US$3-4 juta guna meningkatkan produksinya 5% vs FY09 685.000 ton. Perseroan juga berkemungkinan menjajaki pinjaman bank US$25 juta.(<strong>bisnis</strong>/fz)</p>
<p><strong>TLKM: Bisnis Telepon Rumah Turun 15,32%</strong></p>
<p><strong>TLKM </strong>memprediksikan pendapatan dari bisnis jaringan telepon rumah turun 15,32% menjadi Rp 13,82 triliun pada tahun ini. Merosotnya peminat telepon rumah diakibatkan adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung lebih mobile. (kontan/uth)</p>
<p><strong>ADHI: Pendapatan Naik</strong></p>
<p><strong>PT Adhi Karya Tbk </strong>memperkirakan proyek yang diperoleh pada 2010 mencapai Rp9,06 triliun naik 28,32% dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp7,06 triliun.</p>
<p>Proyek 2010 tersebut besaral dari yang diperoleh perseroan Rp8,12 triliun dan joint operation sebesar Rp 937 miliar. Laba bersih ditargetkan mencapai Rp120 miliar, naik 16,7% dari proyeksi 2009. (<strong>Bisnis</strong>/nlt)</p>
<p><strong>OKAS: Tawarkan Kupon Obligasi 14,9%</strong></p>
<p>Anak usaha <strong>OKAS</strong>, <strong>PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) </strong>menawarkan kupon bunga obligasi dan sukuk senilai Rp 370 miliar sebesar 12,55%-14,9%. Perolehan dana untuk membangun pabrik (85%), dan sisanya penambahan modal kerja. (investor/fz)</p>
<p><strong>ANTM: Mulai Eksplorasi Tambang Papua Barat</strong></p>
<p><strong>ANTM</strong> mulai melakukan eksplorasi tambang nikel di Papua Barat yang berada di bawah bendera <strong>PT Gag Nikel</strong>. Selain itu, pada 2010, <strong>ANTM</strong> menargetkan dapat memproduksi feronikel hingga 18.500 ton dan emas 3 ton. (kontan/uth)</p>
<p><strong>IPO: PTPN III IPO Jnauari 2010</strong></p>
<p><strong>PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III)</strong> memastikan akan melepas <strong>saham</strong> perdana (IPO) pada Januari hingga Februari tahun depan dengan target dana yang diincar Rp1 triliun.</p>
<p><strong>PTPN III </strong>juga mengisyaratkan bakal menggandeng PT Danareksa Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. (<strong>Bisnis</strong>.nlt)</p>
<p><strong>IPO: Tugu Pratama Masuk Bursa 2010</strong></p>
<p>Manajemen <strong>PT Tugu Pratama Indonesia </strong>tengah mematangkan sejumlah rencana strategis sebagai persiapan melakukan penawaran <strong>saham</strong> perdana (IPO) pada awal 2010. Rencana IP Tugu juga merupakan bagian dari rencana go public terhadap sejumlah anak usaha pertamina. (<strong>Bisnis</strong>/dki)</p>
<p><strong>IPO: Pembangunan Perumahan Pangkas Target IPO jadi 21% Saham</strong></p>
<p><strong>PT Pembangunan Perumahan (PP) </strong>memangkas porsi<strong> saham</strong> yang dilepas jadi 21% dari target 30% <strong>saham</strong> dengan target dana Rp1 triliun. PP menganggarkan investasi untuk sektor energi, properti dan jalan tol sebesar Rp3-4 triliun di 2010. (<strong>bisnis</strong>/fz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/corporate-news.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Market Flash</title>
		<link>http://suarainvestor.com/market-flash-2.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/market-flash-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Dow Jones: Pada perdagangan kemarin harga saham dan komoditas menguat sementara dolar melemah ke level 14 tahun terendahnya terhadap yen. Laporan penjualan rumah, klaim pengangguran dan tingkat kepercayaan konsumen mendorong optimisme pulihnya perekonomian. Indeks S&#38;P 500 (+0.5%) 1,110.63 dan Dow Jones (+0.3%) 10.464. Laporan US yang keluar kemarin menunjukkan kalim pengangguran menurun ke level terendahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dow Jones</strong>: Pada perdagangan kemarin harga <strong>saham</strong> dan <strong>komoditas </strong>menguat sementara dolar melemah ke level 14 tahun terendahnya terhadap yen. Laporan penjualan rumah, klaim pengangguran dan tingkat kepercayaan konsumen mendorong optimisme pulihnya perekonomian. <strong>Indeks S&amp;P 500</strong> (+0.5%) 1,110.63 dan <strong>Dow Jones</strong> (+0.3%) 10.464. Laporan US yang keluar kemarin menunjukkan kalim pengangguran menurun ke level terendahnya sejak September 2008, sementara penjulan rumah, tingkat kepercayaan konsumen dan pengeluaran pribadi naik melebihi estimasi. <strong>The Fed </strong>menaikkan prediksi untuk kisaran pertumbuhan 2010 menjadi 2.5% hingga 3.5% dan menandakan <strong>The Fed </strong>dapat menoleransi lemahnya dolar.</p>
<p><strong>Regional Pagi</strong>: Mayoritas <strong>saham-saham Asia</strong> menguat, dipimpin oleh produsen komoditas setelah melonjaknya harga minyak dan logam. <strong>Saham-saham</strong> Jepang melemah, mengantarkan <strong>Topix index</strong> ke level terendah dalam 7 bulan, sebagaimana dolar yang ditutup melemah ke 14 tahun terendah terhadap yen. <strong>Toyota Motor Corp</strong>, produsen mobil yang meraih 31% pendapatan di Amerika Utara (-1.8%) Sony Corp. (-1.2%) dan Asahi Glass Co., produsen material terbesar di Jepang merosot setelah mengatakan pihaknya akan menjual convertible bond ke dalam saham. Sementara, <strong>bursa</strong> Australia menguat setelah melonjaknya harga-harga <strong>komoditas</strong> dengan BHP Billiton Ltd., perusahaan tambang terbesar di dunia (+1.1%) <strong>Nikkei </strong>225 (-1%) 9,347.36. <strong>Topix </strong>(-0.8%) 826.44, penutupan terendah sejak 28 April. <strong>S&amp;P/ASX 200</strong> (+0.2%) 4,731.30 <strong>KOSPI</strong> (+0.26%) 1,616.02 <strong>Straits Times Index</strong> (+0.15%) 2,797.</p>
<p><strong> Commodity</strong>: <strong>Crude oil</strong> diperdagangkan di kisaran $78 per barel setelah penurunan dolar dan laporan pemerintah yang menunjukkan naiknya permintaan bahan bakar untuk minggu kedua. Kemari minyak sempat naik 2.6%, komsumsi gasoline dan bahan bakar lainnya naik 2.8%. <strong>Crude oil </strong>untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada level $77.93/barel, Gold (-0.27%) $1.189/oz, Emas terus menguat dalam minggu ini seiring dengan pembelian yang dilakukan bank sentral dan <strong>investor</strong> untuk melindungi investasi dari melemahnya dolar. Bullion untuk pengiriman segera menyentuh $1.192,91/oz setelah dolar menyentuh level 15 bulan terendah. Bank sentral Sri Lanka membayar $375 juta untuk 10 metrik ton emas yang dibeli dari IMF. Harga spot emas di Singapura berada pada $1,191.68/oz pada pukul 7:16 a.m. Emas untuk pengiriman Februari menyentuh level $1,194.6/oz., CPO (-0.3%) 2.353RM/MT, Nickel (+1.5%) $17.000/MT, Tin (-0.5%) $15.050/MT</p>
<p>sumber : eTrading</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/market-flash-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GT radial</title>
		<link>http://suarainvestor.com/gt-radial.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/gt-radial.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini GJTL akan mengadakan Public Expose untuk kinerja 9M09A nya. FIlenya 2 Mb lbh, jadi ngak saya attach ke milis
Gajah Tunggal &#8212; &#62; produsen ban terintegrasi terbesar di Asia Tenggara
Berikut ringkasan result GJTL
I                                 2008     [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini GJTL akan mengadakan Public Expose untuk kinerja 9M09A nya. FIlenya 2 Mb lbh, jadi ngak saya attach ke milis</p>
<p>Gajah Tunggal &#8212; &gt; produsen ban terintegrasi terbesar di Asia Tenggara</p>
<p>Berikut ringkasan result GJTL</p>
<p>I                                 2008                             9M09A<br />
Penjualan                              7,9T                                  5,8T<br />
EBITDA                                    902milyard            1023 milyar</p>
<p>Terlihat dari sisi EBITDA, kinerja 9M09A telah melebihi kinerja 1thn 2008 .</p>
<p>GJTL jg akan ekspansi dengan membangun 2 pabrik baru yakni 1 untuk pabrik radial dan 1 lagi untuk pabrik ban sepeda motor dan ban dalam sepeda motor dimana kapasitas radial dari 30rb/hari menjadi 45rb ban/hari dan ban sepeda motor dari 37rb ban/hari menjadi 105rb ban/hari, ban dalam dari 74500 ban dalam/hari menjadi 162000 ban dalam/hari.</p>
<p>GJTL juga berhasil menukar oblgasinya sebesar 435.2jt dolar dengan bunga yg lbh rendah dari 10.25% menjadi<br />
21 July 2009 - 20 July 2011    5%<br />
21 July 2011 - 20 July 2012    6%<br />
21 July 2012 - 20 July 2012    8%<br />
21 July 2012 - jatuh tempo    10,25%</p>
<p>Sehingga beban bunga untuk tahun depan akan turun menjadi 206m dari skrg ini di 9M09A sebesar 376m, terjadi penghematan bunga 50%</p>
<p>Kinerja GJTL sampai 9M09A</p>
<p>I                        Q109A                             Q209A                           Q309A</p>
<p>Sales                                1,737                               2,044                                 2,057<br />
Gross Profit             216                                     384                                       659<br />
%                                             12,4%                              18,78%                            32%</p>
<p>Laba bersih 9M09A GJTL 600milyard dimana ada EBIT 758m dan forex gain 412m.</p>
<p>Jika di Q409A GJTL masih dpt mempertahankan kinerjanya sesuai dengan Q3 09A, net income GJTL exclude forex gain akan sekitar 562m dan kl include forex gain sekitar 850M</p>
<p>EPS tanpa forex gain sekitar 160</p>
<p>Harga GJTL di 445 mencerminkan PE 2,78x</p>
<p>Akankah perusahaan sebesar GJTL dihargain dengan PE 2,78x aja ?</p>
<p>Menggunakan PE 5x &#8211;&gt; GJTL  di 800</p>
<p>sumber : power8100@gmx.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/gt-radial.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
