<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Investor &#124; Pasar Modal &#124; Bursa Efek &#124; Investor Indonesia</title>
	<atom:link href="http://suarainvestor.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suarainvestor.com</link>
	<description>Suaranya Para Investor</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 15:36:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kisah Pemimpin Redaksi ELLE?</title>
		<link>http://suarainvestor.com/kisah-pemimpin-redaksi-elle%e2%81%a0.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/kisah-pemimpin-redaksi-elle%e2%81%a0.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 15:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[
Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama Jean-Dominique Bauby, kecuali Anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah bernama Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang &#8220;ditulisnya&#8221; secara sangat istimewa dan
diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 	 	 --></p>
<p><a href="http://farm5.static.flickr.com/4031/4669458568_19f27f76c1.jpg"><img class="alignleft" src="http://farm5.static.flickr.com/4031/4669458568_19f27f76c1.jpg" alt="" width="210" height="285" /></a>Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama Jean-Dominique Bauby, kecuali Anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah bernama Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang &#8220;ditulisnya&#8221; secara sangat istimewa dan<br />
diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).</p>
<p>Tahun 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut &#8216;locked-in syndrome&#8217;, kelumpuhan total yang disebutnya &#8217;seperti pikiran di dalam botol&#8217;.<br />
Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah<br />
caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.<br />
Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila<br />
huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. &#8220;Bukan main&#8221;, kata Anda. Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya.<br />
Buat kita, kegiatan menulis mungkin<br />
sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh &#8220;menulis&#8221; dengan<br />
cara si Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari.</p>
<p>Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi, &#8220;Berapapun problem dan stress dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!&#8221;</p>
<p>Apa yang a.l. ditulisnya di memoarnya itu?<br />
&#8220;I would be the happiest man in the world if I could just properly swallow the<br />
saliva that permanently invades my mouth&#8221;.</p>
<p>Bayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu :-(. Jadi kita yang masih bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie yang Rp3.500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh, setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.</p>
<p>Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku?<br />
Ia mendirikan suatu asosiasi penderita &#8216;locked-in syndrome&#8217; untuk membantu<br />
keluarga penderita. Ia juga menjadi &#8220;bintang film&#8221; alias memegang peran di<br />
dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisahnya. Ia<br />
merencanakan buku lainnya setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup seperti yang dikehendaki to celebrate life&#8217;, to do something good for others. (Untuk ‘merayakan&#8217; kehidupan, untuk melakukan kebaikan bagi orang lain)</p>
<p>Jadi, betapapun kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku, mereka yang sedang di-PHK, Saya yakin kita masih bisa menelan ludah.</p>
<p>Semoga kita semua tidak terus menjadi whiner, pengeluh abadi, manusia yang sukar puas.</p>
<p>Kata orang bijak, &#8220;Think and Thank&#8221;, berfikirlah dan kemudian bersyukurlah.</p>
<p>sumber : kiriman dari <span class="email">haekals@gmail.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/kisah-pemimpin-redaksi-elle%e2%81%a0.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hijau lagi&#8230;IHSGku</title>
		<link>http://suarainvestor.com/hijau-lagiihsgku.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/hijau-lagiihsgku.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 03:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Market Flash
US : Pasar Saham US Menguat Setelah Paket Penyelamatan Eropa Disetujui
Rumours
Saham PT Bhakti Investama (BHIT) kabarnya bakal dikerek ke level Rp400-500 untuk jangka pendek maupun menengah. Proyeksi kenaikan harga sahame tersebut terkait rencana BHIT yang bakal menerbitkan obligasi konversi pada harga Rp412,5 dalam waktu dekat. Selain itu, rencana perseroan membagikan saham bonus ikut memcau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Market Flash</strong></p>
<p>US : Pasar <strong>Saham</strong> US Menguat Setelah Paket Penyelamatan Eropa Disetujui</p>
<p><strong>Rumours</strong></p>
<p><strong>Saham </strong>PT Bhakti Investama (<strong>BHIT</strong>) kabarnya bakal dikerek ke level Rp400-500 untuk jangka pendek maupun menengah. Proyeksi kenaikan harga sahame tersebut terkait rencana BHIT yang bakal menerbitkan obligasi konversi pada harga Rp412,5 dalam waktu dekat. Selain itu, rencana perseroan membagikan saham bonus ikut memcau kenaikan BHIT. Total <strong>saham</strong> yang diperdagangkan sebanyak 84,43 juta lembar senilai Rp25,38 miliar. (<strong>Investor</strong>/nlt)</p>
<p>Konsorsium broker diberitakan bakal mengerek <strong>saham </strong>PT Royal Oak Development Asia Tbk (<strong>RODA</strong>) menembus level Rp100.Proyeksi kenaikan harga <strong>saham RODA</strong> juga terkait kabar perseroan yang tengah mengkaji untuk masuk ke dalam bisnis pertambangan. Selain itu, kemungkinan perseroan menambah modal dengan menerbitkan <strong>saham</strong> baru (right issue) turut menopang kemungkinan naiknya harga <strong>saham RODA</strong>. (<strong>Investor</strong>/nlt)</p>
<p><strong>Market Flash</strong></p>
<p><strong>Dow Jones</strong>:</p>
<p>Pasar <strong>saham</strong> US akhirnya kembali menguat setelah para pembuat kebijakan di kawasan Eropa mengumumkan paket penyelamatan dengan nilai hampir $ 1 triliun untuk menyelesaikan masalah krisis utang. Caterpillar Inc., Bank of America Corp. dan General Electric Co. naik 6.9%, memimpin kenaikan <strong>Dow</strong> <strong>Jones </strong>Industrial Average. Aflac Inc., perusahaan yang memberikan pernyataan bahwa mereka memegang <strong>obligasi</strong> bank yang berada di negara Yunani dan Spanyol dengan nilai $ 2 miliar naik 12%. Indeks Standard &amp; Poor&#8217;s 500 (+4.4%) ke 1,159.73. <strong>Dow Jones</strong> Industrial Average (+3.9%) ke 10,785.14.</p>
<p><strong>Regional Pagi:</strong></p>
<p><strong>Bursa saham Asia </strong>menguat untuk hari kedua, melanjutkan rally global setelah pengambil kebijakan Eropa menyampaikan rencana bailout untuk Yunani, kemarin. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (+1.7%) di Tokyo. Macquarie Group Ltd (+1%) di Sydney. Sony Corp., (+3.7%) di Tokyo setelah melaporkan rugi yang lebih rendah dari prediksi. <strong>Nikkei 225</strong> (+0.5%) 10,579 <strong>S&amp;P/ASX</strong> 200 (+0.3%) 4,611 <strong>KOSPI</strong> (+0.41%) 1,684 STI (+0.3%) 2888 (eTrading)</p>
<p><strong>Commodity:</strong></p>
<p>Minyak mentah menguat di hari kedua setelah rencana peminjaman hampir $1 triliun oleh pembuat kebijakan Eropa untuk mengakhiri krisis utang negara sehingga menyebabkan kenaikan tajam pada saham global dan memberikan signal permintaan energi diperkuat. Minyak naik dari level terendah dalam 12 minggu kemarin setelah Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) setuju untuk menawarkan sebanyak € 750 miliar ($954 miliar) ke negara-negara yang mengalami ketidakstabilan keuangan. WTI Crude (+0.3%) $ 77/barrel Gold (-0.1%) USD 1,202/t oz CPO (-0.6%) RM 2,541/MT Nickel (+2.0%) USD 23,005/MT Tin (+0.9%) USD 17,750/MT (eTrading)</p>
<p><strong>Economic &amp; Industrial News</strong></p>
<p><strong>Economic</strong>: PDB 1Q10 Tumbuh 5,7%</p>
<p>Laju pertumbuhan ekonomi 1Q10 sebesar 5,7%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, diyakini sebagai awal yang bagus untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini. Menteri Keuangan mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi cenderung meningkat pada kuartal berikutnya. Untuk pertumbuhan ekonomi pada 2Q10, Sri Mulyani menyebutkan pemerintah telah menyiapkan berbagai antisipasi yang sudah ada di dalam kerangka kerja APBN 2010.(bisnis/yc)</p>
<p>Economic: RI Raih Pinjaman SFD Senilai USD189,3 Juta</p>
<p>Pemerintah Indonesia kembali akan memperoldeh pinjaman sekurangnya USD189,3 juta dari Saudi Fund for Development (SFD). Pinjaman tersebut disebutkan, untuk empat proyek yang akan dibahas lebih lanjut pada Juni mendatang. (okezone/eva).</p>
<p>Europe: Surplus Perdagangan Jerman Naik</p>
<p>Surplus perdagangan Jerman pada Maret lalu meningkat seiring membaiknya ekspor, meski euro melemah dibanding nilai tukar mata uang utama lainnya. Maret lalu, surplus perdagangan di negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu naik menjadi 17,2 miliar euro (USD22,2 miliar). Angka itu naik dibanding bulan sebelumnya hanya surplus 12,7 miliar euro. (okezone/eva).</p>
<p>Economic: Kredibilitas Pengganti Sri Mulyani Akan Tentukan Rating Indonesia</p>
<p>Kredibilitas sosok pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menjadi faktor yang sangat memengaruhi Indonesia untuk dapat masuk dalam peringkat investasi (investment grade). Executive Director Emerging Asia Research JP Morgan, memperkirakan lembaga pemeringkat internasional akan sangat memperhatikan perkembangan pergantian menteri keuangan, setelah Sri Mulyani mengundurkan diri dan akan resmi menjabat direktur pelaksana Bank Dunia mulai awal bulan depan.(bisnis/yc)</p>
<p>Economic: Penerbitan <strong>Obligasi</strong> Valas Akan Dikurangi</p>
<p>Pemerintah akan mengurangi porsi pembiayaan dari penerbitan obligasi berdenominasi valuta asing pada 2010, baik samurai bond maupun sukuk global, dengan menetapkan target yang sama atau bahkan lebih rendah dibandingkan dengan realisasi penerbitan obligasi tahun lalu. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang mengatakan kemungkinan penarikan pendanaan dari pasar global pada paruh kedua tahun ini akan ditekan serendah mungkin.(<strong>bisnis</strong>/yc)</p>
<p><strong>Corporate news</strong></p>
<p><strong>INTA</strong>: Bidik Rights Issue Rp500 M</p>
<p>PT Intraco Penta Tbk (<strong>INTA</strong>) menjajaki penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini. Dana yang diincar dari penerbitan <strong>saham </strong>baru berkisar Rp300-500 miliar,yang akan digunakan untuk membiayai akuisisi tiga kuasa pertambangan (KP) di Kalimantan dan Sulawesi . (okezone/eva).</p>
<p><strong>TGK</strong>A: Bagi <strong>Dividen</strong> Rp35,8 Miliar</p>
<p>Pemegang <strong>saham </strong>PT Tigaraksa Satria Tbk, emiten distributor menyetujui pembagian dividen sebesar Rp35,8 miliar kepada pemegang sahamnya. <strong>Investor</strong> juga menyetujui pengangkatan direksi baru perusahaan, Adhi B. Supit. Dividen itu didapatkan dari laba bersih tahun lalu yang dibukukan Tigaraksa sebesar Rp49,59 miliar tahun lalu. Jumlah itu menurun sebesar 55,2% dari perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp110,72 miliar. (<strong>Bisnis</strong>/nlt)</p>
<p><strong>SMCB</strong>: Proyek Holcim di Nusakambangan Dievaluasi</p>
<p>Pemerintah akan melakukan evaluasi perjanjian kegiatan pertambangan batu kapur PT Holcim Indonesia Tbk di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Evaluasi ini dilakukan karena ada masalah yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM. emuan BPK dan Inspektorat Jenderal itu di antaranya, belum adanya jaminan reklamasi yang harus dilakukan Holcim dalam perjanjian tersebut. Lalu, pemerintah juga melihat penghitungan ganti rugi dalam proses pertambangan perlu dievaluasi. (Vivanews/nlt)</p>
<p><strong>ISAT</strong>: Jumlah Pelanggan Naik 17,6%</p>
<p>Sepanjang kuartal I-2010, PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil memacu pertumbuhan pelanggannya sebesar 17,6% menjadi 39,1 juta pelanggan, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 33,3 juta. Pertumbuhan tersebut telah mendongkrak pendapatan operasional konsolidasi perseroan tumbuh sebesar 2,6% atau mencapai Rp 4,73 triliun. Besarnya pertumbuhan jumlah pelanggan itu membuat perolehan laba bersih Indosat selama kuartal I-2010 naik menjadi Rp 285,9 miliar dari Rp 119,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. (Detik/nlt)</p>
<p><strong>CTRP</strong>: Siapkan Capex Rp800 Miliar</p>
<p>PT Ciputra Property Tbk (<strong>CTRP</strong>) menyiapkan belanja modal/capex tahun ini sebesar Rp800 miliar. Perseroan akan membiayai capex tersebut dari kas internal. CTRP akan menggunakan sebagian besar (95%) dana capex untuk pembangunan Ciputra World Jakarta. Sisanya dipakai untuk renovasi Ciputra Surabaya dan Ciputra Semarang. (<strong>Investor</strong>/nlt)</p>
<p><strong>CPRO</strong>: Dapat Pinaman BNI Rp170 Miliar</p>
<p>PT Central Proteinaprima Tbk (<strong>CPRO</strong>) mendapat komitmen pinjaman dari PT BNI senilai Rp170 miliar. Dana tersebut seluruhnya digunakan untuk operasional anak usaha perseroan, yaitu PT Aruna Wijaya Sakti (AWS). Sekitar 75% dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional pembibitan plasma udang. Sedangkan 25% untuk pembelian peralatan dan perbaikan tambak AWS. (<strong>Investor</strong>/nlt)</p>
<p><strong>BMRI</strong>: Riswinandi Calon Kuat Wadirut Bank Mandiri</p>
<p>Direktur PT Bank Mandiri Tbk, Riswinandi, menjadi calon kuat untuk menduduki posisi wakil direktur di bank milik pemerintah itu, menggantikan I wayan Agus Mertayasa. Riswinandi diajukan oleh Kementerian BUMN bersama dengan calon direksi lainnya, yaitu Pahala N.Mansyuri Sunarso serta Fransisca Nelwan Mok.(<strong>bisnis</strong>/yc)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/hijau-lagiihsgku.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>News Highlight</title>
		<link>http://suarainvestor.com/news-highlight.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/news-highlight.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 05:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[
Rumours
Þ        Saham PT Energy Mega Persada Tbk (ENRG) bakal dikerek ke level Rp200-250 per saham, seiring kabar perseroan telah mneyediakan dana untuk finalisasi blok Masela di Sulawesi pada Juni 2010. Di sisi lain, perburuan terhadap saham-saham Grup Bakrie turut menopang pergerakan ENRG. (Investor/nlt)
Þ        PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) kabarnya mendapatkan suntikan dana dari bank [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 	 	 --></p>
<p align="JUSTIFY"><strong><span style="text-decoration: underline;">Rumours</span></strong></p>
<p align="JUSTIFY">Þ        <strong>Saham</strong> PT Energy Mega Persada Tbk (<strong>ENRG</strong>) bakal dikerek ke level Rp200-250 per saham, seiring kabar perseroan telah mneyediakan dana untuk finalisasi blok Masela di Sulawesi pada Juni 2010. Di sisi lain, perburuan terhadap <strong>saham-saham</strong> Grup Bakrie turut menopang pergerakan ENRG. (Investor/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">Þ        PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) kabarnya mendapatkan suntikan dana dari bank lokal untuk mengembangkan konstruksi di Surabaya , Jawa Timur. Bank lokal tersebut kabarnya akan mendanai DGIK untuk proyek infrastruktur pemerintah yang menelan dana triliunan rupiah. DGIK konon akan dibawa ke level RpRp15-200 per saham untuk jangka pendek, apalagi perseroan akan menaikan kepemilikan <strong>saham</strong> pada proyek jalan tol Waru-Wonokromo-Tanjung Perak menjadi 25%. (Investor/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>Market Flash</strong></p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Dow Jones : Pasar saham</strong> mengalami penurunan tertinggi dalam 1 tahun setelah kekhawatiran masalah utang Eropa akan menghentikan perbaikan ekonomi global. <strong>Dow Jones</strong> Industrial Average (-3.2%) ke level 10,520.32. Indeks Standarad &amp; Poor&#8217;s 500 (-3.2%) ke 1,128.15. Pelemahan ini merupakan penurunan terbesar sejak bulan April 2009. The Nasdaq OMX Group Inc. memberikan pernyataan bahwa mereka akan menghentikan perdagangan pada <strong>saham-saham</strong> yang bergerak melebihi 60% pada saat penurunan.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Regional Pagi</strong>: <strong>Bursa saham Asia</strong> melemah, menyusul koreksi pada <strong>saham-saham</strong> AS di tengah kekhwatiran akan meluasnya krisis utang Eropa dan terhambatnya pemulihan ekonomi global. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank dengan market value terbesar Jepang, merosot 3.4%, sekaligus memimpin pelemahan pada perusahaan keuangan. Canon In (-4.4%). BHP Billiton Ltd (-1.5%) di Sydney seiring merosotnya harga komoditas. Nikkei 225 (-3.2%) 10,520 KOSPI (-2.97%)1,634 S&amp;P/ASX 200 (-2.8%) 4,445 STI (-2.1%) 2779</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Commodity</strong>: Minyak mentah di New York melanjutkan penurunan terbesar sejak Januari 2009 seiring dengan pelemahan euro terhadap dolar AS pada kekhawatiran krisis utang Yunani akan menyebar, membatasi pertumbuhan ekonomi. Saham US melemah atau anjlok kemarin karena kekhawatiran krisis yang akan menghalang pemulihan global, sedangkan euro anjlok terbesar sejak jatuhnya pasar kredit di 2008. WTI Crude (+0.0%) $ 77.1/barrel Gold (-0.2%) USD 1,206/t oz CPO (-0.4%) RM 2,545/MT Coal (+7.3%) USD 106.1/MT Nickel (+0.6%) USD 22,050/MT Tin (+0.7%) USD 17,700/MT</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Economic &amp; Industrial News</strong></p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Economic: Rating Utang RI Terancam</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Pemerintah akan mengubah strategi penerbitan utang, termasuk menunda emisi samurai bond. Peluang Indonesia menembus level investment grade dalam tempo setahun ke depan terancam. Pasalnya, lembaga pemeringkat internasional mulai mewaspadai kondisi politik di tanah air. Ia berharap agar para politikus di Tanah Air dapat mengantisipasi agar langkah atau kebijakan politik yang dilakukan tidak memicu kekhawatiran pelaku pasar. Terkait pengunduran diri Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan, Rahmat mengakui hal itu juga bisa berpengaruh terhadap penilaian lembaga rating.</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY">Kepergian Sri Mulyani untuk menjadi Managing Director World Bank berpengaruh terhadap surat utang negara (SUN). Tingkat imbal hasil (yield) SUN naik 30 basis poin (bps) hari Rabu (5/5). Selain itu, credit default swap (CDS) Indonesia naik ke level 200-206 bps dari 153 bps pekan lalu. Menurutnya, peningkatan CDS mencerminkan persepsi investor, terutama akan risiko investasi di Indonesia, pasca pengunduran diri Sri Mulyani. (media/aw)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>Economic: Likuiditas Luber, Samurai Bond Ditunda</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Rencana pemerintah menerbitkan obligasi global dalam mata uang yen Jepang alias samurai bond, mundur lagi. Kabar yang beredar di pasar, pemerintah terpaksa menunda penerbitan surat utang itu terkait dengan pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani pada pekan ini. Sejatinya, jika sesuai dengan rencana awal, samurai bond senilai US$ 1,1 miliar diterbitkan April lalu. Tetapi, pemerintah memutuskan penundaan penerbitan surat utang tersebut hingga semester kedua 2010. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) bertindak sebagai penerbitnya. Tahun lalu, pemerintah menarik pinjaman siaga dari JBIC melalui penerbitan samurai bond senilai ¥ 35 miliar atau US$ 350 juta. (Kontan/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>Economic: Pemerintah Bidik Rp8 T</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Pemerintah menargetkan penyerapan pembiayaan dari penerbitan obligasi ritel Indonesia (ORI)-007 pada 3 Agustus mendatang mencapai lebih dari Rp8 T. Jumlah agen penjual ORI juga ditambah dari sebelumnya 20 menjadi 23 agen. Direktur Surat Berharga Negara Direktorat Pengelolaan Utang, menuturkan target indikatif penerbitan ORI-007 pada tahun ini sama dengan hasil penerbitan sukuk ritel seri 002 yang terbit Februari lalu yakni Rp8,03 T. Namun target tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu masukan dari agen penjual.(bisnis/yc)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>Economic: BI: Ekonomi Rentan Overheating</strong></p>
<p align="JUSTIFY">BI menilai struktur ekonomi nasional masih rentan terlalu panas (overheating) jika pertumbuhan ekonomi mendekati level 7%, disebabkan oleh tingginya impor kebutuhan barang modal. Pjs Gubernur BI menyebutkan industri nasional yang bisa menghasilkan bahan baku sangat minim, sehingga apabila terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi, maka impor bahan baku akan meningkat.(bisnis/yc)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>Europe: Sistem Perbankan Eropa Terkena Dampak Krisis Yunani</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Lembaga rating Moody&#8217;s kembali mengingatkan bahwa dampak dari krisis utang Yunani berisiko menular ke penurunan peringkat kredit bank di Inggris, Irlandia, Italia , Portugal , dan Spanyol. Laporan ini mengacu pada risiko utang pemerintah di Eropa pada sistem perbankan nasional. Risiko tersebut memang lebih lemah jika dibandingkan dengan risiko pengaruh langsung dari utang pemerintah Yunani yang terlihat nyata karena terkonsentrasi di bank-bank Prancis dan Jerman. Sebelumhya, lembaga Standard &amp; Poor&#8217;s pekan lalu juga menurunkan peringkat utang Yunani , Portugal , dan Spanyol.</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY">Kemarin, ECB mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 1%. Pekan lalu menurunkan persyaratan utang Yunani untuk digunakan sebagai jaminan atas pinjaman ECB. Beberapa analis menyarankan Presiden ECB Jean Claude Trichet mengumumkan langkah alternatif seperti pembelian obligasi untuk mendukung pasar dan mempertahankan yield obligasi negara. (media/aw)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong> Corporate News</strong></p>
<p align="JUSTIFY"><strong>ADHI: Adhi Realty Bukukan Penjualan 20%</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Adhi Realty, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang fokus dalam bidang pengelolaan properti dan real estate, membukukan hasil penjualan 1Q10 sebesar 20% dan laba 10%, dari total target perolehan penjualan dan laba sepanjang tahun ini. Perusahaan optimistis dapat membukukan pertumbuhan penjualan rata-rata 30% per tahun dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. (bisnis/uth)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>ELSA: Incar Kontrak Baru Senilai US$186 Juta</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah mengincar kontrak bioscince, drilling, dan oilfield senilai US$186 juta atau sekitar Rp1,67 triliun. Salah satu kontraktor migas di Indonesia saat ini menender kontrak tersebut untuk salah satu ladang migas yang dikelolanya. Dari kontrak tahun ini senilai US$140 juta, sebanyak US$76 juta akan dikerjakan tahun ini. Sisanya US$64 juta menurut rencana dikembangkan pada tahun berikutnya. (<strong>Investor</strong>/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>PJAA: Bagi Dividen Rp 63,99 Miliar</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan membagikan dividen tahun 2009 yang totalnya mencapai Rp 63,99 miliar. Dividen yang dibagikan merupakan 46,6% dari total laba bersih yang diraih PJAA pada tahun lalu. Pemegang <strong>saham</strong> akan memperoleh dividen Rp 40 per saham pada tanggal 17 Juni 2010. (kontan/uth)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>UNTR: Incar 5.500 Alat Berat</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT United Tractors Tbk (<strong>UNTR</strong>) menargetkan penjualan alat berat merek Komatsu tahun ini mencapai 5.500 unit. Sementara itu, pendapatan perusahaan ditaksir bisa mencapai Rp 20 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari pencapaian perusahaan tahun lalu yang mampu menjual alat berat komatsu sebanyak 3.400 unit. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 12-13 triliun. (vivanews/eva).</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>MEGA: Bank Mega Syariah Targetkan Laba Rp65,7 M</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Bank Mega Syariah (BMS) menargetkan laba pada tahun ini sebesar Rp65,7 miliar. Laba tersebut naik 9,6 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp59,9 miliar. Optimisme tersebut disebabkan karena perseroan akan bermain di segmen mikro. Pada tahun lalu saja, pembiayaan segmen mikro naik dua kali lipat. (okezone/eva).</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>TURI: Bagi Dividen Rp 88 Per Saham</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Tunas Ridean Tbk menyetujui pembagian total dividen sebesar Rp 88 per saham atau senilai Rp 122, 7 miliar dari laba bersih tahun buku 2009 sebesar Rp 310,4 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 72 per saham atau Rp 100,4 miliar telah dibagikan sebagai dividen interim pada Desember 2009. Sisa dividen sebesar Rp 22 miliar atau Rp 16 per saham akan dibayarkan pada Juni. Rapat juga menyetujui pengunduran diri Anton Setiawan sebagai direktur utama dan Lim Eng Poh sebagai direktur. Posisi Anton digantikan Rico Adisurja Setiawan. Adapun rapat juga menerima pengunduran diri komisaris independen Cosmas Batubara dan Debby Katharina Setiawan sebagai komisaris perseroan. (Vivanews/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>BHIT: Cetak Laba Rp153 Miliar</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mencetak laba bersih Rp153 miliar pada kuartal I tahun ini dari posisi rugi bersih Rp124 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dalam siaran pers Bhakti Investama yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia siang ini disebutkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisask (EBITDA) melonjak 91% pada kuartal I tahun ini menjadi Rp544 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp285 miliar. Pendapatan Bhakti pada kuartal I tahun ini meningkat 17% menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,3 triliun. (Bisnis/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>BBNI: Gandeng United Tractors Salurkan Kredit</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Bank BNI semakin gencar mencari peluang pasar untuk menyalurkan kredit. Bank pelat merah beraset ketiga terbesar di tanah air ini bekerjasama dengan perusahaan penyedia alat berat, PT United Tractors Tbk, untuk membuka fasilitas penyediaan kredit pembelian alat berat kepada pelaku industri sektor pertambangan. BNI menargetka penyaluran kredit alat berat ini bisa mencapai Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun. Jenis kreditnya nanti termasuk kategori kredit investasi menengah dengan tenor maksimal lima tahun. (Kontan/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>SMAR: Keberatan Dianggap Kartel Minyak Goreng</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Smart Tbk (SMAR) sedang menyiapkan pengajuan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku terkait dengan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan perseroan terlibat kartel minyak goreng. Perseroan berharap bisa mendapatkan keadilan dan kepastian hukum dengan pengajuan keberatan ini. (Detik/nlt)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>BMTR: Global Mediacom Akusisi MNC Sky Vision</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Global Mediacom Tbk (BMTR) segera mengakuisisi 100% saham PT MNC Sky Vision (Indovision) setelah induk usaha Global Mediacom, yaitu PT Bhakti Investama Tbk berencana melepas 20% saham MNC Sky Vision. Global Mediacom akan membeli saham tersebut guna meningkatkan nilai kepemilikan saham kelompok usaha media itu pada perusahaan televisi berbayar. (bisnis/uth)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>ELTY: Bakrieland Lepas 3 Menara di Kota Baru Perumnas</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan Perum Perumnas segera meluncurkan Sentra Timur Residences (STR), apartemen kelas menengah yang terdiri dari 11 tower dengan nilai investasi sedikitnya Rp 800 miliar, di kawasan terpadu Kota Baru Perumnas. Pada tahap I, PT Bakrie Pangripta Loka, anak usaha Bakrieland itu dijadwalkan melakukan serah terima 3 tower atau 1.327 unit, dari total 11 menara (4.339 unit), pada 1 Juli. (bisnis/uth)</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>SMRA: Jadwal Pembagian Dividen</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berencana membagikan dividen tunai tahun buku 2009 sebesar</p>
<p align="JUSTIFY">Rp 8 per <strong>saham</strong>. Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen tunai tersebut:</p>
<p align="JUSTIFY">Cum dividen di Pasar reguler dan Negosiasi : 27 Mei 2010</p>
<p align="JUSTIFY">Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 31 Mei 2010</p>
<p align="JUSTIFY">cum dividen di Pasar Tunai : 2 Juni 2010</p>
<p align="JUSTIFY">Ex dividen di Pasar Tunai : 3 Juni 2010</p>
<p align="JUSTIFY">Recording date : 2 Juni 2010</p>
<p align="JUSTIFY">Payment date : 15 Juni 2010</p>
<p align="JUSTIFY">(bisnis/uth)</p>
<p align="JUSTIFY">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/news-highlight.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Market Flash</title>
		<link>http://suarainvestor.com/market-flash-3.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/market-flash-3.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 04:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[  
Dow Jones : Pasar saham US kembali mengalami penurunan, membuat indeks Standard &#38; Poor&#8217;s 500 jatuh pada titik terendah dalam 6 minggu setelah kekhawatiran utang negara Eropa yang akhirnya menutupi pertumbuhan industri servis dan tingkat pekerjaan di US. Walt Disney Co., American Express Co. and General Electric Co. memimpin penurunan pada Dow Jones [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p><strong>Dow Jones : </strong>Pasar saham US kembali mengalami penurunan, membuat indeks Standard &amp; Poor&#8217;s 500 jatuh pada titik terendah dalam 6 minggu setelah kekhawatiran utang negara Eropa yang akhirnya menutupi pertumbuhan industri servis dan tingkat pekerjaan di US. Walt Disney Co., American Express Co. and General Electric Co. memimpin penurunan pada <strong>Dow Jones</strong> Industrial Average. Conoco Phillips turun 2.2% setelah minyak jatuh di bawah $ 80/barrel untuk pertama kalinya sejak 26 Maret. Indeks Standarad &amp; Poor&#8217;s 500 (-0.7%) ke 1,165.87. Dow Jones Industrial Average (-0.5%) ke 10,866.83. (sumber : etrading)</p>
<p><strong>Regional Pagi</strong>: <a name="OLE_LINK8"></a><a name="OLE_LINK10"></a>Saham-saham Jepang anjlok pada perdagangan Kamis pagi di Tokyo, dengan Nikkei 225 menyentuh level intraday terendahnya sejak pertengahan Maret seiring kembalinya market dari liburan. <strong>Saham</strong> perbankan memimpin pelemahan setelah harian <strong>Nikkei </strong>melaporkan bahwa Shinsei Bank Ltd diekspektasikan akan mengalami kerugian besar untuk tahun yang berakhir pada 31 Maret dan perusahaan akan mengumumkan rencananya terkait penghentian pembicaraan merger dengan Aozora Bank Ltd. Saham Shinsei Bank (-4.1%), Aozora (-2.2%), dan Citigroup Inc (-64%). Nikkei 225 (-3.2%) 10,704 S&amp;P/ASX 200 (-1.1%) 4,622 KOSPI (-2.09%) 1,682 Straits Times Index (-0.56%) 2,844 (sumber : etrading)</p>
<p><strong>Commodity</strong>: Minyak mentah melemah selama tiga hari setelah dolar menguat terhadap euro, membatasi kenaikkan harga komoditas di mata <strong>investor</strong>, dan persediaan minyak mentah di US meningkat lebih dari yang diperkirakan. Minyak mentah turun sebanyak 3.3% kemarin bersamaan dengan menguatnya dollar AS dikarenakan oleh kekhawatiran bailout Yunani harus diperluas ke Negara-negara terhutang lainnya sejak Maret 2009. laporan Departemen Energi menunjukan, stok minyak mentah AS meningkat 2,76 juta barel pekan lalu ke level tertinggi sejak bulan Juni. Persediaan minyak mentah diperkirakan akan naik 1 juta barel, menurut survey Bloomberg. WTI Crude (+0.2%) $ 80.1/barrel Gold (-0.0%) USD 1,175/t oz CPO (-0.5%) RM 2,555/MT Nickel (-11.1%) USD 21,925/MT Tin (-1.5%) USD 17,575/MT (sumber : etrading)</p>
<p><strong>General: Sri Mulyani Mundur Program Ekonomi 5 Tahun Tetap</strong></p>
<p>Mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) tidak akan mengganggu program-program ekonomi yang sudah disusun selama lima tahun ke depan. Bapak Wapres memastikan program-program ekonomi Indonesia sampai lima tahun tidak akan berubah hanya karena mundurnya Sri Mulyani. (okezone/eva).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Economic: Cadangan Devisa Naik</strong></p>
<p>Cadangan devisa dalam 1 bulan terakhir naik sebesar US$6,8 M atau sekitar Rp61,2 T, karena pengaruh dari meningkatnya aliran dana asing. Hingga akhir bulan lalu cadangan devisa mencapai US$78,6 M, naik 9,4% dibandingkan dengan posisi cadangan devisa pada akhir tahun lalu sebesar US$71,8 M. Direktur Direktorat Perencanaan dan Humas BI mengatakan cadangan devisa sebesar itu setara dengan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Menurut dia, perbaikan kinerja sektor eksternal berdampak positif pada neraca pembayaran Indonesia karena kinerja ekspor yang tumbuh tinggi sehingga mendorong surplus transaksi berjalan.(bisnis/yc)</p>
<p><strong>Banking: BI Rate Stagnan</strong></p>
<p>Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemrin memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,5%. Dengan keputusan itu bank sudah mempertahankan BI Rate ke-10 kalinya. Keputusan tersebut ditetapkan setelah mempertimbangkan tingkat BI Rate tersebut dipandang masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi pada 2010 sebesar 5% plus minus 1%.(bisnis/yc)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Energy: Program Pembatasan BBM Dimulai Tahun ini</strong></p>
<p>Pemerintah akan memulai program pembatasan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun ini, dengan target penghematan empat juta kiloliter (kl). Berdasarkan estimasi BPH Migas, konsumsi BBM bersubsidi pada 2010 akan membengkak mencapai 40,1 juta-40,5 juta kl, padahal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010, kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebanyak 36,5 juta kl. Sejumlah opsi yang tengah dibahas untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi yaitu melarang kendaraan tahun produksi 2005 atau 2007 ke atas memakai BBM bersubsidi, melarang semua kendaraan sedan menggunakan BBM bersubsidi, dan hanya kendaran berpelat kuning yang diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.</p>
<p>Opsi lain yaitu membatasi konsumsi BBM bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin (cc). Kendaraan berkapasitas mesin 2.000 cc ke atas, sempat diwacanakan akan terkena pembatasan. Selain itu opsi lain yang dibahas yakni, PT Pertamina mengurangi dispenser BBM bersubsidi, dan menambah dispenser nonsubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pembuatan premium dengan angka oktan antara 88 sampai 92. (media/aw)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Economic: Suku Bunga ECB Diprediksi Stabil</strong></p>
<p>Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi mempertahankan suku bunga sebesar satu persen sepanjang 2010. ECB akan fokus menavigasi krisis utang Yunani untuk menjaga stabilitas Eropa. Analis meramalkan suku bunga ECB akan dipertahankan hingga awal 2011 karena Zona Euro sedang mengalami tantangan terbesar. (okezone/eva).</p>
<p>Corporate News<a name="OLE_LINK3"></a></p>
<p><strong>BBCA: Bagikan Dividen 39% dari Laba Bersih 2009</strong></p>
<p>Bank Central Asia (<strong>BCA</strong>) akan membagikan dividen tunai sebesar 39% atau Rp 110 per saham dari laba tahun 2009. Tahun lalu, <strong>BCA</strong> berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 6,81 triliun. Dalam rilis yang diterbitkan <strong>BCA</strong>, atas deviden tunai tersebut akan diperhitungkan dividen sementara (interim dividen) tahun 2009 sebesar Rp 40 per lembar saham yang telah dibagikan pada tanggal 2 Desember 2009. (Kontan/nlt)</p>
<p><strong>LSIP : Produksi crude palm oil Lonsum naik 10%</strong></p>
<p>PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, yang berdiri sejak 1906, meningkatkan produksi crude palm oil (CPO) sebanyak 10% dari produksi 2008 atau dari 341.600 ton menjadi 377.500 ton. Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Peningkatan itu sejalan dengan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) inti yang didorong oleh peningkatan hasil produktivitas dan penambahan areal menghasilkan.(bisnis/yc)</p>
<p><strong>PTBA: Tetap Dapat Upgrade Saham Hingga 30% di BTR</strong></p>
<p>Walau Rajawali resmi menguasai Trans Pasific Railway, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan porsi kepemilikan <strong>saham</strong>nya dalam proyek kereta Bukit Asam Trans Railway (BTR) tetap dapat ditingkatkan menjadi 30 persen dari sekarang yang 10 persen. (okezone/eva).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>CPRO: Belum Pertimbangkan Investor Baru</strong></p>
<p>PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) belum memikirkan adanya potensi masuknya investor baru ke dalam emiten eksportir tambak udang itu. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad belum lama ini menyatakan telah siap dua investor baru asal Malaysia dan dari dalam negeri yang sudah memiliki fresh money yang akan digunakan untuk mengakuisisi tambak eks Dipasena itu. (Bisnis/nlt)</p>
<p><strong>HITS: Penjualan Anjlok, Rugi Usaha Rp27,35 Miliar</strong></p>
<p>PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mencetak rugi usaha Rp27,35 miliar, anjlok 164,98% dibandingkan dengan laba usaha Rp42,09 miliar pada kuartal I tahun lalu. Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia hari ini disebutkan rugi usaha itu disebabkan oleh anjloknya pendapatan Humpuss, sedangkan beban usaha membengkak. Pendapatan emiten berkode perdagangan HITS itu mencetak penurunan pendapatan 61,88% dari Rp311,12 miliar pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp118,61 miliar. (Bisnis/nlt)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>LPKR: Peminat Obligasi Global Naik</strong></p>
<p>PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui anak usahanya menerbitkan obligasi sebesar US$250 juta. Surat berharga yang dicatatkan di SGX (Bursa Efek Singapura) pertama kali pada awal tahun 2006 itu akan jatuh tempo pada 2011. LPKR memutuskan mengeluarkan obligasi baru sejumlah US$270,6 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2015, di mana pihak Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. dan Deutche Bank AG, cabang Singapore sebagai joint lead managers, Ciptadana sebagai financial advisor, pihak penasihat hukum Indonesia Makes &amp; Partners, Melli Darsa &amp; Co, penasihat hukum internasional Milbank, Tweed, Hadley &amp; McCloy LLP dan Shearman &amp; Sterling (London) LLP. (Vivanews/nlt)</p>
<p><strong>SMGR: Akan Bangun 4 Pabrik Kemasan</strong></p>
<p>PT Semen Gresik (Persero) Tbk akan membangun 4 unit packing plant atau pabrik pengemasan semen senilai Rp600 miliar.Selain itu, perusahaan ini juga menjajaki untuk mengakuisisi PT Semen Baturaja (Persero) untuk memperkuat segmen bisnisnya.Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto menuturkan dana akan dipenuhi dari kas internal. Menurut Sutjipto, khusus untuk pabrik pengemasan di Papua, perseroan berencana akan mengembangkannya menjadi pabrik semen apabila pangsa pasar berkembang secara signifikan. Sepanjang tahun ini Semen Gresik mengalokasikan belanja modal sebesar US$402 juta. Dari jumlah tersebut sebesar US$264 juta akan digunakan untuk membangun pabrik baru. (Bisnis/nlt)</p>
<p><strong>SMRA: Kantongi Pinjaman Bank Rp 400 Miliar</strong></p>
<p>PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berniat mengembangkan usahanya. Demi membiayai ekspansi tersebut, emiten pengembang kawasan Kelapa Gading ini telah mendapatkan komitmen pinjaman perbankan. Sebagian dana pinjaman itu untuk menutup belanja modal (capex) mereka tahun ini yang senilai Rp 460 miliar. Saat ini, SMRA tengah fokus pada pembangunan empat proyek utamanya. Yaitu: Haris Hotel senilai Rp 100 miliar, Menara Satu Kelapa Gading Rp 80 miliar, Summarecon Bekasi Infrastructure sebesar Rp 80 miliar dan Summarecon Mal Serpong Tahap Dua yang mencapai Rp 150 miliar. (Kontan/nlt)</p>
<p><strong>NISP: Perkirakan Aset Naik 25% Jadi Rp46 Triliun</strong></p>
<p>PT OCBC NISP Tbk (NISP) memperkirakan aset tahun ini naik 25% menjadi Rp46,31 triliun. Proyek tersebut ditopang perkiraan pertumbuhan di segmen yang menjadi andalan bisnis perseroan. Laba bersih NISP melambung 73% pada 1Q10 menjadi Rp126,3 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp73,2 miliar. Kenaikan laba terutama di dorong naiknya pendapatan bunga bersih menjadi Rp444,93 miliar atau tumbuh 12%. (Investor/nlt)</p>
<p><strong>KOIN: Penjualan Naik 38,5%</strong></p>
<p>PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) membukukan penjualan bersih sebesar Rp198,26 miliar pada 1Q10. Penjualan tersebut naik 38,59% dibandingkan periode sama 2009 senilia Rp143,05 miliar. Peningkatan penjualan per 1Q10 dipicu oleh pemulihan sektor proeprti pascakrisis ekonomi global tahun 2008-2009. Adapun laba usaha KOIN per 1Q10 mencapai Rp4,96 miliar, naik 62% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp3,06 miliar. (Investor/nlt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/market-flash-3.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Disaat market Bearish, Bakrie bermain</title>
		<link>http://suarainvestor.com/disaat-market-bearish-bakrie-bermain.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/disaat-market-bearish-bakrie-bermain.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 11:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya saham bakrie senangnya bermain api&#8230;
kita tahu bahwa saham-saham di bursa mengalami penurunan tapi saham bakrie ini tak tersentuh oleh merahnya api market hari ini.


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya saham bakrie senangnya bermain api&#8230;</p>
<p>kita tahu bahwa saham-saham di bursa mengalami penurunan tapi saham bakrie ini tak tersentuh oleh merahnya api market hari ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="btel" src="http://www.obrolanbandar.com/piwbtel5.png" alt="" width="530" /></p>
<p><img class="alignnone" title="elty" src="http://www.obrolanbandar.com/piwelty5.png" alt="" width="530" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/disaat-market-bearish-bakrie-bermain.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SMGR</title>
		<link>http://suarainvestor.com/smgr.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/smgr.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 11:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Technical :
if close above 7,200 &#8211;&#62; break downtrend channel, fibo 23.6 % as a support at 6,950 and EMA 36 looks very good

News :

SMGR: Grup Rajawali Disinyalir Akan Jual 24,9% Saham

Grup Rajawali disinyalir akan menjual 24,9% saham  SMGR dengan target dana US$900 juta atau Rp9 triliun
guna meraup keuntungan  yang besar. Danareksa Sekuritas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Technical :</strong></div>
<p>if close above 7,200 &#8211;&gt; break downtrend channel, fibo 23.6 % as a support at 6,950 and EMA 36 looks very good</p>
<div></div>
<div><strong>News :</strong></div>
<div></div>
<div><strong>SMGR: Grup Rajawali Disinyalir Akan Jual 24,9% Saham</strong></div>
<div></div>
<p><span style="color: #000000; font-size: x-small;">Grup Rajawali disinyalir akan menjual 24,9% saham  SMGR dengan target dana US$900 juta atau Rp9 triliun<br />
guna meraup keuntungan  yang besar. Danareksa Sekuritas dan JP Morgan disinyalir telah ditunjuk sebagai  penasihat keuangannya. </span></p>
<p><img class="alignnone" title="smgr" src="http://farm3.static.flickr.com/2673/4155397136_afa9bd897b_o.png" alt="" width="530" /></p>
<p>sumber : <span class="email">billybudiman92@gmail.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/smgr.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Krugman, hubungan antara politik (pengembangan middle class) dengan ekonomi.</title>
		<link>http://suarainvestor.com/krugman-hubungan-antara-politik-pengembangan-middle-class-dengan-ekonomi.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/krugman-hubungan-antara-politik-pengembangan-middle-class-dengan-ekonomi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=852</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 1997, Paul Krugman, kolumnis populer yang sering mengisi artikel NYTimes (juga pernah menjadi pemenang Nobel Ekonomi) menerbitkan buku yang mencoba mencari hubungan antara keinginan politik dengan keberhasilan ekonomi.
Ia mencoba membantah hipotesa dari ekonom neoklasikal  bahwa siklus peningkatan kesenjangan sosial dan peningkatan kesetaraan ekonomi (yang disebutnya sebagai fase “compression”) berlangsung secara natural.
Kaum neoklasikal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tahun 1997, Paul Krugman, kolumnis populer yang sering mengisi artikel NYTimes (juga pernah menjadi pemenang Nobel Ekonomi) menerbitkan buku yang mencoba mencari hubungan antara keinginan politik dengan keberhasilan ekonomi.</p>
<p>Ia mencoba membantah hipotesa dari ekonom neoklasikal  bahwa siklus peningkatan kesenjangan sosial dan peningkatan kesetaraan ekonomi (yang disebutnya sebagai fase “compression”) berlangsung secara natural.</p>
<p>Kaum neoklasikal menyatakan bahwa peningkatan kesenjangan sosial terjadi secara natural karena kaum pengusaha memperoleh peluang bisnis besar, dan secara natural pula nantinya ada proses penyebaran kemakmuran (trickle down) yang mengakibatkan berkurangnya kesenjangan sosial ini.</p>
<p>Krugman membantah dan mengatakan bahwa baik peningkatan kesenjangan sosial maupun peningkatan pemerataan kemakmuran sangat tergantung dari kemauan politik pemerintah untuk mengambil salah satu dari arah peningkatan kemakmuran ini.</p>
<p>Saya sendiri menambahkan buat rekan yang ingin menelaah hipotesa Krugman di buku ini bahwa Amerika dapat melaksanakan keinginan politiknya (untuk memeratakan atau malah menimbulkan kesenjangan sosial) karena mereka memiliki sistem ekonomi yang relatif independen (di tahun 1945 – 1980). Kemampuan pasar domestik mereka untuk memproduksi maupun mengkonsumsi kegiatan ekonomi bisa saling mencukupi. Bila dibandingkan dengan Indonesia, situasinya mungkin agak berbeda.</p>
<p>Secara umum Krugman menyatakan bahwa Partai Republik umumnya mewakili kepentingan kaum berpunya dan menerima banyak donasi dari perusahaan-perusaha an besar (agar mereka mendukung program yang diinginkan perusahaan besar tersebut). Sementara Partai Demokrat bersifat lebih populis, berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata, meningkatkan jumlah orang-orang yang termasuk kaum “middle class” dan mendukung hak-hak sipil rakyat.</p>
<p>Ia menunjukkan bahwa pada masa “robber barron”, yakni orang-orang super kaya yang memonopoli ekonomi (misalnya JP Morgan, Mellon, Carnegie, Frick, dll), perkembangan konglomerasi mereka didukung oleh pemerintah yang saat itu dikuasai partai Republik. Politik uang pun saat itu digunakan untuk menekan orang-orang kecil agar tidak ikut dalam pemungutan suara, bahkan menekan buruh-buruh agar mereka tidak meminta kenaikan upah. Ada disebutkan dalam sejarah bahwa buruh bekerja lebih dari 12 jam sehari dengan upah minimal.</p>
<p>Krisis ekonomi The Great Depression dan Perang Dunia (ke dua dan pertama) membawa perubahan dimana pemerintah mulai beralih untuk mendukung kaum buruh. Perang Dunia memerlukan suplai bahan baku yang selalu stabil agar para prajurit bisa menang. Untuk itulah kemudian pemerintah berupaya agar mogok kerja hanya seminim mungkin, dan produksi tidak terhambat. Artinya sering permintaan kenaikan gaji dan peningkatan kualitas kerja (menjadi cuma 8 jam kerja) akhirnya di dukung oleh pemerintah.</p>
<p>Di jaman ini jugalah pemerintah yang dikuasai kaum Demokrat (Franklin D Roosevelt) berupaya untuk mulai memperhatikan kesamaan hak antara prajurit kulit hitam dengan prajurit kulit putih. Proses menghilangkan konsep rasisme ini berlangsung sangat lama. Baru di tahun 1966 sajalah segregasi kulit hitam dan putih di tiadakan (padahal sudah mulai diusahakan di tahun 45 dengan penyamaan di bidang militer).</p>
<p>Masyarakat kulit hitam yang tadinya tidak boleh ikut memilih presiden akhirnya memiliki payung hukum yang dikeluarkan oleh kaum Demokrat. Masyarakat kulit hitam yang tadinya tidak boleh pergi ke universitas harvard, akhirnya mulai diperbolehkan.</p>
<p>Sejarah jelas mencatat bahwa masa booming ekonomi sangat jelas terlihat pada periode pasca perang dunia ke dua ini, yakni di masa pemerintahan kaum Demokrat. Dan perubahan dari kondisi yang sangat senjang menjadi lebih merata terjadi dengan drastis, bukan melalui proses bertahap yang natural.  Logikanya adalah bahwa kebijakan-kebijakan yang disusun pemerintah adalah mengupayakan peningkatan jumlah dan kualitas kaum middle class (yang menjadi mayoritas). Artinya baik kekayaan maupun jumlah penduduk yang berkecukupan memiliki bentuk kurva statistik normal (gemuk di tengah).</p>
<p>Demikianlah maka semakin makmur rakyat middle class, semakin banyak mereka mengkonsumsi. Ini berarti terjadi peningkatan demand (permintaan) yang diikuti pula dengan peningkatan investasi untuk meningkatkan produksi. Akibatnya semakin banyak pula lapangan kerja yang diciptakan. (disini jelas terlihat bahwa ekonomi saat tersebut bisa dibilang “self sufficient”).</p>
<p>Lalu mengapa kemudian di era tahun 1980 pemerintahan justru berbalik dari partai Demokrat kembali kepada partai Republik (Ronald Reagan) dengan konsep pengurangan pajak dan pasar bebas neo-klasik nya yang kemudian membuat terjadinya lagi kesenjangan sosial?</p>
<p>Krugman menjelaskan bahwa mulai tahun 1965, meningkatnya aktivitas demonstrasi warga kulit hitam membawa nuansa kacau dan ketiadaan hukum. Tingkat kekerasan dan kriminalitas meningkat. Kita ingat pula bahwa dalam film American Gangster, Perang Vietnam membawa banyak narkoba yang dapat dijual murah di jalan-jalan. Dan justru kaum kulit hitam inilah (yang berusaha untuk keluar dari kemiskinan) yang melakukan tindakan kriminalitas tersebut. Seks bebas, penggunaan narkoba, periode kemalasan dan tidak bekerja (seperti digambarkan dalam film-film tentang the flower generation/era Beatles) mengakibatkan ledakan jumlah anak haram yang dilahirkan, anak-anak yang tidak terdidik dan kurang disiplin, dan meningkatnya jumlah pengangguran. Para penganggur ini bergantung pada kucuran dana welfare pemerintah.</p>
<p>Di sinilah partai Republik dan Ronald Reagan memulai kampanyenya. Dalam pidatonya untuk mencapai posisi gubernur, Ronald Reagan yang adalah aktor kaya mewakili grup nya untuk membatasi jumlah uang yang dibayarkan kepada penganggur ini. Banyak dari orang-orang pengangguran yang bergantung dari welfare pemerintah adalah kaum terbelakang kulit hitam yang dulunya selalu ditekan dan tidak diperbolehkan untuk meminta bantuan welfare pemerintah. Jadi demikianlah maka kaum republik berupaya untuk menyalahkan kondisi kacau kriminal dan meningkatnya jumlah dana untuk membayar pengangguran itu pada kaum Demokrat.</p>
<p>Harus diakui bahwa sejak tahun 1980, ekonomi Amerika memang membaik dan di saat itu pula Reagan mencapai kesuksesan dalam hubungan luar negeri dan masalah Perang dingin dengan Uni Sovyet. Namun Krugman menyatakan bahwa kesuksesan ini berasal dari kaum middle class yang kuat sebagai pangsa pasar dan juga produsen kebutuhan negara.</p>
<p>Fokus untuk memberikan perhatian pada perusahaan besar (yang memberikan donasi dana kampanye bagi kaum republik) semakin lama semakin mengikis kekuatan kaum middle class ini. Gaji per jam minimum masyarakat Amerika meningkat cuma sedikit, dan bila disesuaikan dengan inflasi ternyata malah sudah lebih rendah dari standar gaji era tahun 1950. Sebaliknya orang-orang super kaya menyerap banyak jumlah kemakmuran Amerika dan jumlah gaji mereka (dengan stock option dan bonus-bonus lainnya) malah mulai membuat mereka mengambil resiko yang terlalu tinggi. Sampai akhirnya terjadilah krisis di tahun 2008 ini.</p>
<p>Sangat menarik, Krugman menulis dan menerbitkan buku ini di tahun 2007 (hard cover), dan belum lama ini baru keluar soft covernya.</p>
<p>sumber : kiriman dari dfaj21@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/krugman-hubungan-antara-politik-pengembangan-middle-class-dengan-ekonomi.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus Dubai World, subprime mortgage jilid 2?</title>
		<link>http://suarainvestor.com/kasus-dubai-world-subprime-mortgage-jilid-2.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/kasus-dubai-world-subprime-mortgage-jilid-2.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Cukup mengaggetkan ketika terjadi penundaan pelunasan bayar sukuk oleh perusahaan Nakheel (anak perusahaan Dubai World) yang disampaikan langsung oleh Pemerintah Dubai. Hal ini bersamaan dengan pesimistis pasar modal global yang sedang dihantui oleh rendahnya PDB Amerika (Cuma 2,8%) dengan tingkat pengangguran 10,2%. Sudah menjadi rahasia umum, selama ini pertumbuhan ekonomi global ditopang oleh stimulus yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="dubai" src="http://staff.blog.ui.ac.id/dodik.siswantoro/files/2009/11/interactive_map.jpg " alt="" width="307" height="229" />Cukup mengaggetkan ketika terjadi penundaan pelunasan bayar sukuk oleh perusahaan Nakheel (anak perusahaan Dubai World) yang disampaikan langsung oleh Pemerintah Dubai. Hal ini bersamaan dengan pesimistis pasar modal global yang sedang dihantui oleh rendahnya PDB Amerika (Cuma 2,8%) dengan tingkat pengangguran 10,2%. Sudah menjadi rahasia umum, selama ini pertumbuhan ekonomi global ditopang oleh stimulus yang sangat besar yang diharapkan dapat membangkitkan keterpurukan krisis global yang menerpa akibat kasus <strong><em>subprime mortgage</em></strong> di Amerika.</p>
<p>Dubai World merupakan perusahaan milik Pemerintah Dubai yang bergerak dalam berbagai bidang infrastruktur, salah satunya adalah Nakheel. Proyek property Nakheel yang terkenal adalah <em>The Palm Island, </em>perumahan yang berada di tengah laut berbentuk pohon kurma. Sumber pendanaannya antara lain dengan menggunakan sukuk. Nilai sukuk yang ditunda pembayaran pokoknya adalah sebesar 3,52 miliar USD. Tanggal jatuh temponya adalah tanggal 14 Desember 2009, diusulkan ditunda hingga 30 Mei 2010. Penundaan ini tentunya memberikan efek negatif bagi pemegang sukuk tersebut yang sangat membutuhkan likuiditas. Hal ini menyebabkan jatuhnya harga sukuk tersebut hingga -31,11% (menjadi 62) dalam satu hari pada tanggal 26 November 2009. Masalah sukuk Nakheel pada dasarnya mulai muncul pada bulan Juli 2009 ketika Nakheel mengajukan revisi struktur sukuk sebesar 750 juta USD.</p>
<p>Sukuk bukan utang!</p>
<p>Sukuk Nakheel menggunakan basis<em> ijarah</em> (sewa) untuk skema pendanaannya. Sehingga pemilik sukuk pada dasarnya memiliki hak pada <em>underlying asset</em> yang disewakan tersebut. Di samping itu sukuk pada dasarnya bukan merupakan instrumen utang seperti obligasi pada umumnya. Namun demikian, dari kasus yang terjadi tersebut, banyak investor yang mengidentikkan sukuk dengan obligasi. Sehingga investor merasa harus diperlakukan sama seperti pemegang obligasi. Padahal secara langsung pemilik sukuk mempunyai hak atas <em>underlying asset</em> apabila terjadi gagal bayar sehingga ada jaminan yang dapat menjadi milik investor apabila terjadi benar-benar gagal bayar. Hal ini biasanya diatur pada setiap prospektus masing-masing sukuk.</p>
<p>Struktur sukuk Nakheel</p>
<p>Underwriter dari sukuk Nakheel adalah Barclay Capital dan Dubai Islamic Bank PJSC, terbit mulai 14 Desember 2006 dan jatuh tempo 14 Desember 2009. <em>Rate </em>yang diberikan adalah 6,345% per tahun. Di dalam prospektusnya sendiri disebutkan bahwa terdapat resiko dalam sukuk tersebut misalnya:</p>
<p>1. Dubai World sendiri tidak mempunyai laporan konsolidasi, sehingga laporan secara umum sebagai holding company tidak begitu jelas</p>
<p>2. Ketergantungan      pada proyek Nakheel cukup besar bagi Dubai World</p>
<p>3. Terdapat      resiko ketidaktepatan waktu dalam penyelesaian proyek property</p>
<p>4. Ketidakcukupan      dana untuk penyelesaian proyek</p>
<p>5. Penurunan      harga property dan tren ekonomi yang melemah</p>
<p>6. Likuiditas      sukuk di pasar sekunder</p>
<p>Dari resiko-resiko yang terdapat dalam <strong>prospektus</strong> tersebut seharusnya<strong> investor</strong> menyadari resiko yang mungkin akan terjadi pada sukuk Nakheel ini, disamping tenor yang ada relatif singkat (cuma 3 tahun). Kesulitan dalam restrukturisasi pendanaan dan pelunasan dapat diprediksi diawal, ditambah apabila perusahaan tidak mempunyai manajemen keuangan yang baik. Hal ini mengakibatkan sebenarnya <em>outlook</em> dari Nakheel tidak begitu baik jika <strong>investor</strong> cermat membaca <strong>prospektus </strong>yang ada.</p>
<p>Di samping itu, jika terjadi keterlambatan dalam pembayaran maka <strong>investor</strong> akan diberitahu, akan diberikan tambahan fee sesuai waktu penundaan. Kemudian jika terjadi gagal bayar maka <em>underlying asset</em> menjadi milik<strong> investor </strong>sesuai dengan prosedur hukum yang ada.</p>
<p>Pada saat sukuk ini akan diajukan, tingkat penjualan propertynya baru laku sebesar 12% dari proyek yang akan dijual. Jumlah ini dapat dikatakan relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan perusahaan property yang ada di Indonesia. Sedangkan proyek yang diselesaikan baru sebesar 6% dari yang direncanakan.</p>
<p>Laporan keuangan Nakheel sendiri mendapat opini wajar dengan pengecualian dari Ernst &amp; Young pada 5 November 2006. Sedangkan laporan laba rugi pada 6 bulan pertama tahun 2006 mengalami kerugian sebesar -98 juta AED. Sedangkan pada tahun 2005 sebesar -331,7 juta AED, tahun 2004 sebesar -205,3 juta AED dan tahun 2003 sebesar     -62,4 juta AED. Walaupun demikian, jumlah sukuk sebesar 3,52 miliar USD pada dasarnya relatif kecil bila dibandingkan dengan modal Nakheel yang sebesar sekitar 18 miliar USD. Sehingga masih dapat dikatakan wajar jumlah nominal sukuk yang dikeluarkan.</p>
<p>Subprime Mortagage jilid 2?</p>
<p>Hal yang menjadi <em>concern</em> adalah ketika harga sukuk tersebut itu jatuh atau mengalami<em> default</em> sehingga nilainya sangat jatuh. Ini menyebabkan jatuhnya investasi yang terkait dengan sukuk Nakheel misalnya reksadana, unit link, dan dana pensiun, bahkan bank (sudah ada beberapa bank yang diprediksi akan menderita kerugian akibat kasus sukuk Nakheel ini). Ini dapat mengakibatkan efek pada portofolio investasi tersebut. Apabila investor merespon dengan cepat dan penarikan dana dilakukan secara besar dan bersamaan, maka <em>rush </em>akan terjadi. Nilai portofolio dapat turun dengan drastis!</p>
<p>Namun demikian, hal ini berbeda dengan <em>subprime mortgage</em> yang terjadi di Amerika dimana tidak ada <em>underlying asset</em>-nya sehingga nilainya bisa benar-benar hilang. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah nilai pasaran perumahan di Dubai mengalami penurunan hingga 70%, hal ini tentunya akan berdampak pada jaminan atau underlying asset yang diberikan oleh Nakheel (sumber www.bloomberg. com). Di samping itu banyak terjadi <em>default</em> dalam pembayaran property tersebut, ini akan berdampak pada likuiditas perusahaan property di Dubai pada umumnya.</p>
<p>Hal ini tersebut berdampak pada penurunan rating perusahaan property di Dubai oleh Moody hingga dibawah <em>investment grade</em> bahkan menjadi <em>junk.</em> Di samping itu, yang perlu dikhawatirkan adalah hal ini bisa berdampak pada harga obligasi lain yang sebenarnya punya <em>outlook</em> lebih baik (efek domino). Sehingga apabila hal ini terjadi secara bersama-sama maka dapat berdampak pada goncangan ekonomi yang cukup hebat apabila Pemerintah Dubai tidak segera mengantisipasi dengan baik. Ditambah banyak analis yang menyamakan kasus ini mirip yang terjadi di Argentina dimana Pemerintahnya harus membayar mahal atas kasus gagal bayar obligasi. Namun demikian yang menjadi pertanyaan adalah apakah hal ini merupakan puncak gunung es dari permasalahan yang ada atau hanya sebagian kecil masalah yang sebenarnya dapat diantisipasi di awal. Kita lihat saja 6 bulan kemudian, yang jelas pasar akan terus mengamati kasus ini secara seksama. Di samping perlu adanya kajian yang mendalam atas setiap penerbitan sukuk, atas dasar kelayakan proyek bukan pada jaminan yang ada.</p>
<p>sumber : http://staff. blog.ui.ac. id/dodik. siswantoro/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/kasus-dubai-world-subprime-mortgage-jilid-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dow.HSI.IHSG</title>
		<link>http://suarainvestor.com/dowhsiihsg.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/dowhsiihsg.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[Dow sejak Pembukaan tadi harga sdh menanjak 50%.
Chart 27-11-2009.
jam 11:15.

HSI terparah..mungkin ada kasus Panic Selling besar2an..! sampai Open Gap Down dgn swing yg bgt lebar&#8230;!

IHSG CHART 26-11-2009.
sudah terdiskon..
mungkin termasuk kasus DUBAI.

sumber : ueno_kobayashi@yahoo.co.id
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dow sejak Pembukaan tadi harga sdh menanjak 50%.<br />
Chart 27-11-2009.<br />
jam 11:15.</p>
<p><img class="alignnone" title="dow" src="http://farm3.static.flickr.com/2543/4139790214_0414d40d9f_o.png" alt="" width="530" /></p>
<p>HSI terparah..mungkin ada kasus Panic Selling besar2an..! sampai Open Gap Down dgn swing yg bgt lebar&#8230;!</p>
<p><img class="alignnone" title="hti" src="http://farm3.static.flickr.com/2777/4139790216_50c2293a75_o.png" alt="" width="530" /></p>
<div class="photocaption_text">IHSG CHART 26-11-2009.<br />
sudah terdiskon..<br />
mungkin termasuk kasus DUBAI.</div>
<div class="photocaption_text"><img class="alignnone" title="ihsg" src="http://farm3.static.flickr.com/2678/4139790218_94408762c6_o.png" alt="" width="530" /></div>
<div class="photocaption_text">sumber : <span class="email">ueno_kobayashi@yahoo.co.id</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/dowhsiihsg.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>European Confidence Improves to Highest in 14 Months</title>
		<link>http://suarainvestor.com/european-confidence-improves-to-highest-in-14-months.html/</link>
		<comments>http://suarainvestor.com/european-confidence-improves-to-highest-in-14-months.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>husni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarainvestor.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Nov. 27 (Bloomberg) &#8212; European confidence in the economic outlook improved in November to the highest since the collapse of Lehman Brothers Holdings Inc., suggesting the recovery in the 16-member euro region is gathering strength.
An index of executive and consumer sentiment rose for an eighth straight month to 88.8 from 86.1 in October, the European [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nov. 27 (Bloomberg) &#8212; European confidence in the economic outlook improved in November to the highest since the collapse of Lehman Brothers Holdings Inc., suggesting the recovery in the 16-member euro region is gathering strength.</p>
<p>An index of executive and consumer sentiment rose for an eighth straight month to 88.8 from 86.1 in October, the European Commission in Brussels said today. That was the highest since September 2008 and above the 88 projected by economists, according to the median of 27 forecasts in a Bloomberg survey.</p>
<p>The euro-area economy emerged from its worst recession in over six decades in the third quarter after governments spent billions of euros on stimulus programs and the European Central Bank lowered borrowing costs close to zero. HeidelbergCement AG, Germany’s largest cement maker, said this month that it is “very optimistic” about the outlook. Rising unemployment and a stronger euro are threatening to undermine the recovery.</p>
<p>“It’s a good outcome, supporting evidence that the euro- region economy has embarked on a gradual recovery,” said Nick Kounis, chief European economist at Fortis Bank Nederland NV in Amsterdam. “The indicator still has some catching up to do even with the recovery likely to remain moderate.”</p>
<p>The euro was little changed against the dollar after the report, trading at $1.4919 at 10:38 a.m. in London, down 0.7 percent on the day. The yield on the German 10-year benchmark bond was unchanged at 3.16 percent.</p>
<p>OECD Forecast</p>
<p>The global economy may expand 1.9 percent next year and 2.5 percent in 2011, the Organization for Economic Cooperation and Development said on Nov. 19. The Paris-based group previously forecast the economy to grow 0.7 percent in 2010. In the euro region, gross domestic product may rise 0.9 percent next year instead of a previously projected stagnation, the OECD forecast.</p>
<p>Adding to signs of recovery, Europe’s manufacturing and services industries expanded for a fourth month in November and European investors became more optimistic. In Germany, business confidence rose to a 15-month high in November.</p>
<p>Bulgari SpA, the world’s third-largest jeweler, said on Nov. 12 that it returned to profit in the third quarter on reviving global demand. Chief Executive Officer Francesco Trapani said he expects “a general improvement, especially in the first quarter” of next year.</p>
<p>Demand is “slowly reviving,” Martin Winterkorn, CEO of Germany’s Porsche SE and Volkswagen AG car manufacturers, said on Nov. 25. “I’m cautiously optimistic on the outlook for 2010.”</p>
<p>‘Substantial Uncertainties’</p>
<p>The Dow Jones Stoxx 50 Index has risen 14 percent this year while Germany’s benchmark DAX Index has increased 2 percent in the past three months, bringing gains to 16 percent in 2009.</p>
<p>ECB President Jean-Claude Trichet said on Nov. 5 that he expects Europe’s economy to gather strength in the second half and recover at a “gradual pace” in 2010. The Frankfurt-based central bank has purchase covered bonds and injected billions of euros into markets to restore lending.</p>
<p>“On the one hand, there are signals that seem to suggest the low point of the crisis is behind us,” ECB council member Nout Wellink said on Nov. 25. “On the other hand, the recovery is fragile and clouded by substantial uncertainties.”</p>
<p>The euro’s 19 percent ascent against the dollar since mid- February is threatening to curb the recovery by making exports less competitive. European officials have urged China to loosen controls on the yuan after the country kept its currency largely unchanged versus the dollar for more than a year, exposing the euro region to the dollar’s slide. Trichet is scheduled to meet Chinese authorities on Nov. 29 in Nanjing to discuss currencies.</p>
<p>Weaker Dollar</p>
<p>“There will be a bit stronger pressure on China even if the point is probably more effectively made behind the scenes,” said Julian Callow, chief European economist at Barclays Capital in London. “I imagine Trichet having gone all this way, that they want to come back with a message that China understands their position and is committed to more flexibility in due course.”</p>
<p>Deutsche Telekom AG Chief Executive Officer Rene Obermann said on Nov. 5 that the company is looking “very carefully” at developments in currency markets. European Aeronautic, Defence &amp; Space &amp; Co., the owner of Airbus SAS, said on Nov. 16 that quarterly profit slumped 77 percent because of a weaker dollar.</p>
<p>With companies cutting costs and eliminating jobs to help shore up earnings, the ECB has signaled it’s in no rush to withdraw stimulus measures. ECB council member Guy Quaden said on Nov. 17 that while there are “many reasons to expect a general recovery in 2010,” the central bank still has to “face and discuss the problems of an exit strategy.”</p>
<p>‘Extremely Cautious’</p>
<p>European households anticipate prices will decline further, today’s report showed. A gauge of consumers’ price expectations over the next 12 months rose to minus 11 in November from minus 14 in the previous month.</p>
<p>“We’re extremely cautious on the outlook,” said Sylvain Broyer, chief euro-region economist at Natixis in Frankfurt. “The time to withdraw liquidity measures hasn’t yet come. There’s no sustained recovery and the economy remains fragile.”</p>
<p>The ECB will release its latest forecasts on the economic development and inflation on Dec. 3 when policy makers meet for their monthly rate decision in Frankfurt.</p>
<p>sumber : bloomberg.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarainvestor.com/european-confidence-improves-to-highest-in-14-months.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
