Dow Jones Reach 6 Years Low, Oil Surge +14% ke level $39.4/barrel
Saham AS anjlok di tengah kekhawatiran atas kemungkinan nasionalisasinya perbankan dan dilusinya kepemilikan pemegang saham. Dow Jones terseret ke level terendah dalam 6 tahun, 7.465,95, setelah terpangkas -89,68 poin (-1,19%). S&P500 -1,2% dan Nasdaq -1,71%. Pasar AS ditekan oleh laporan yang buruk: keigatan manufaktur regional turun ke -41,3 di Febuari dari -24,3 bulan lalu dan lebih buruk dari perkiraan ekonomis di -25. Hal ini disertai oleh proyeksi yang buruk dari Hewlett-Packard, yang sahamnya juga anjlok -7,9%. Saham teknologi lainnya juga melemah: Intel -5,09%, Dell -6,13% dan Apple -3,95%. Penurunan terbesar masih dialami saham finansial: Bank of America -14%, Citigroup -13,75% (ditutup di level terendah $2,51) dan American Express -8,72%.
Happy Friday. Indeks kemarin kembali terkoreksi -0.5% ke level 1323.6 seiring pelemahan beberapa saham Blue Chip seperti ISAT (-14.5%), BBRI (-3.3%), INCO (-3.4%) dan PTBA (-1.3%). Pelemahan Rupiah yang kembali berada di atas level Rp12.000/US$ juga menjadi katalis negatif bagi investor. BUMI kemarin terlihat Outperform Indeks dengan berhasil menguat +8.1% ke level 800.
Semalam Dow Jones kembali mengalami hari yang buruk dan turun ke level terendah dalam 6 tahun terakhir dengan terkoreksi -1.2% ke level 7465.9. HP menjadi katalis penurunan indeks setelah memotong asumsi pendapatan tahun ini seiring tingginya angka credit card default yang menambah beban perusahaan tersebut. HP -7.9%, Citigroup -14%, Bank of America -14% dan Prudential Financial -16%.
Bursa Asia pagi ini bergerak melemah memfaktorkan koreksi yang terjadi di bursa US. Nikkei -0.6%, KOSPI -1.9% dan AORD -1.5%. Saham-saham teknologi dan finansial memimpin koreksi yang terjadi hari ini seiring kekhawatiran akan semakin buruknya sistem finansial global dengan banyaknya default pada kartu kredit. Sementara sektor energy-related menguat seiring melonjaknya harga minyak kemarin +14% (kenaikan terbesar dalam 7 minggu) ke level $39.4/barrel seiring berita positif dari turunnya inventory minyak di US.
Bursa Indonesia hari ini cenderung akan bergerak lebih defensif seiring sentimen lonjakan harga minyak akan memberi katalis positif bagi emiten tambang dan energy-related. BUMI diperkirakan masih akan mampu melanjutkan penguatannya diikuti beberapa Coal Player lainnya PTBA, ITMG, ADRO dan juga Energy related PGAS. Indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan koreksi pada sektor Telco dan Banking. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1310 - 1340 (Adrianus Bias).(sumber:eTrading)

July 21st, 2009 at 11:05 am
oqGnAx phvobczw mvljauhf xmboccfx
July 31st, 2009 at 6:00 pm
rhddykli qlzyoskj vasvdncf
August 9th, 2009 at 7:58 pm
xqmhkgcl fdohgkrn jlauhzkl
August 9th, 2009 at 10:50 pm
nhiqdrjn kxeijycs yagoylyg
August 14th, 2009 at 4:57 pm
imohxryo uadmqfrs zibdtlov
August 14th, 2009 at 7:47 pm
mxeoazop nozhyblk qbkesylc
August 21st, 2009 at 12:23 pm
fulojcmm mbpibnpg rqtzaqvl
August 22nd, 2009 at 4:43 am
sgxafonw hkxkcgkp sbwilytc
August 22nd, 2009 at 10:42 am
rpvoueru rbuhbefl kxpgpwia
August 29th, 2009 at 7:35 am
warbdpao jwanxhet acgukamv
August 29th, 2009 at 9:16 am
syswiuol evgsoios pcindakr
August 29th, 2009 at 12:34 pm
ordemrrh rbnmpqms vqbmfyiu
August 29th, 2009 at 5:27 pm
kldjrtjr zduxukys jsmilgay
January 3rd, 2012 at 11:35 am
Wow, that’s what I was seeking for, what a data! existing here at this webpage, thanks admin of this site.