Dow +6%, Citi menjadi Tolak Ukur Bottom Index

March 11th, 2009 | husni | berita

Positif Surprise dari pergerakan Dow Jones semalam, setelah W.Buffet mengatakan “economic fall from the cliff” Dow Jones meroket +6%. Investor berburu saham yang murah meriah di pasar Amerika setelah Citigroup memberi indikasi laporan keuangan untuk 1Q09 akan mencatat peningkatan. Investor berspekulasi, ini adalah bottom dari krisis ekonomi. Gold anjlok -6% ($896/oz) dan Crude Oil -3% ($45/barrel).
Di konter komoditas lainnya, CPO menguat 2% (RM2040/MT), Tin -1% ($11.270/MT) dan Nickel -2% ($9.550/MT). Pagi ini Regional di buka, rata-rata meroket Nikkei +3%, Straits Times dan Kospi +3%. Rupiah kembali menguat tipis, dibawah Rp12.000. Investor berspekulasi BI akan intervensi rupiah. Foreign Reserve di BI meningkat $3miliar dari hasil penjualan bond ke luar negeri menjadi $53,7 miliar,

ISX di prediksikan akan membuat gap atas hari ini. Indonesia adalah salah satu negara yang akan mencatat positif pertumbuhan ekonomi di tahun ini setelah china dan india. Indonesia juga kaya akan komoditas (Lebih defensive di masa krisis) dan Indonesia memiliki populasi terbesar ke empat di dunia (Konsumsi domestic berskala besar).

Sehingga badai yang terjadi diluar tidak akan besar di Indonesia. Untuk komoditas, rekomendasi kita AALI, INCO, ADRO, BUMI, PTBA dan ITMG dan untuk Property ELTY, CTRA, SMRA, dan CTRP. Untuk katalis stimulasi di sektor infrastruktur rekomendasi kita, WIKA, ADHI, dan DGIK. Sementara Untuk Energy PGAS dan MEDC, dan Banking BBRI. It’s better late than too early.(sumber:eTrading)

One Response to “Dow +6%, Citi menjadi Tolak Ukur Bottom Index”

  1. gpOpsCeU Says:

    Hi! cRMJjdvX


Leave a Reply