All weakened “Coal, Dow, Regional and Asia Currency “

March 2nd, 2009 | husni | berita

Di akhir pekan lalu, saham AS melemah lagi seiiring kabar bahwa pemerintah AS akan menambah kepemilikannya di Citigroup sampai 36% dengan menkonversi saham preferen senilai $25 milyar. Dow Jones merosot 119,15 poin (-1,66%) ke level 7.062,93 dan telah menurun untuk ke 6 bulan berturut-turut. S&P500 tertutup di level terendah dalam 12 tahun di 735,09 setelah terpangkas -2,36%, sementara Nasdaq -0,98%.
Saham AS juga dibanyangi oleh data GDP yang menurun 6,2% di kuartal 4 dan indeks kepercayaan konsumen yang menurun ke 56,3 di Februari. Pemegang saham Citigroup yang kepemilikannya bisa turun ke 26% melihat sahamnya anjlok 39,02%.

Investor mengawatirkan bahwa hal ini bisa terjadi kepada bank lain dan “stress test” yang dilakukan pemerintah kepada bank-bank malah akan memaksa mereka untuk mengurangi pemberian kredit. Bank of America -25,75% dan Wells Fargo -15,97%. General Electric -6,48% setelah memangkas dividen namun saham farmasi (Merck -7,07% dan Johnson & Johnson -4,65%) masih tertimpa kekhawatiran bahwa laba mereka akan terancam oleh provisi dalam anggaran Obama.

Sementara itu, AIG diberitakan akan menerima dana bantuan senilai US$30 milyar dari pemerintah yang akan mengambil alih dua unit internasional.

Di regional, Rata-rata dibuka tergerus: Nikkei, STI, Kospi dan Autralia masing-masing -3% dipimpin pelemahan di sektor keuangan dan komoditas. Penguatan dari USD terhadap seluruh mata uang menjerat pasar saham asia.

Indonesia diperkirakan akan sejalan dengan regional. Rupiah melanjutkan pelemahannya setelah menembus level Rp12.000 menjadi. Ini disebabkan oleh dana asing yang keluar dari indonesia. Berdasarkan data dari Merrill Lynch, Investor asing mencatat rekor dana keluar dari Asia, USD$1,6 miliar dalam seminggu sampai feb, 22.

Dana asing paling besar keluar dari negara Korea US$653,2 juta (5 Tahun terendah, mencatat hanya tinggal 28,4% dana asing di Kospi). Nikkei juga mengalami hal yang sama (US$54,7 miliar) namun investor lokal masih terus membeli saham Nikkei.

Commodity hari ini di kejutkan dengan jatuhnya hari Batu-Bara Di pelabuhan Newc, -14,4% menjadi $65/Mt (-19%Ytd), Penurunan demand yang signifikan terlihat dari turun drastisnya antrian kapal pengangkut batubara di port Newcastle(GlobalCoal).

Sementara Nickel +4%, Tin dan CPO masing-masing +0,2%. Produsen batu-bara akan mendapat sentimen negative hari ini. Namun menurut pandangan saya, Kontrak produsen batu-bara masih menggunakan harga kontrak tahun lalu sehingga harga baru hanya berlaku untuk kontrak baru. (Kontrak Batu-bara berkisar antra 3 bulan, 1 - 2 tahun).(sumber:eTrading)

2 Responses to “All weakened “Coal, Dow, Regional and Asia Currency “”

  1. mgjuLr Says:

    Hi! QzZXxbz


  2. beställ viagra Says:

    8PdhkU eeuodwvv nfzfctph qkvyjvjq


Leave a Reply